1 NIK untuk Registrasi 2,2 Juta Nomor, Rudi: Tanya Operator

Rabu, 11 April 2018 – 17:32 WIB
Menkominfo Rudiantara di kompleks Istana Negara. Foto: Natalia Fatimah Laurens/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara enggan berkomentar panjang lebar soal temuan satu NIK (nomor induk kependudukan) digunakan registasi kartu prabayar untuk 2,2 juta nomor ponsel.

Rudi mempersilakan persoalan itu ditanyakan kepada operator telekomunikasi. "Jangan tanya saya tapi tanya operator, karena yang memeriksa operator," kata Rudiantara di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/4).

BACA JUGA: Jubir Telkomsel soal Registrasi 2,2 Juta Nomor pakai 1 NIK

Menurut dia, kasus tersebut bukan kesalahan sistem. Menurut Rudiantara, sebenarnya sudah ada peraturan menteri yang harus diikuti oleh semua stakeholder terkait. "Jadi, kalau tidak diikuti ya ada konsekuensinya," katanya.
Dia menambahkan, direktorat jenderal penyelenggaraan pos dan informatika kemenkominfo, juga badan regulasi telekomunikasi Indonesia (BRTI), sudah pernah menegur operator. "Operator sudah diminta menonaktifkan yang prosesnya tidak sesuai dengan peraturan. Jutaan yang sudah dinonaktifkan oleh operator sendiri," katanya.

Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari mengakui memang ada satu NIK yang digunakan untuk registrasi 2,2 juta kartu prabayar. Menurut dia, tidak mungkin pendaftaran itu menggunakan sistem manual.

BACA JUGA: Terungkap, Pelaku Registrasi 2,2 Juta Nomor HP pakai 1 NIK

"Ini angka yang tidak masuk akal kalau dilakukan secara manual. Berarti menggunakan robotik agau sistem," ujarnya di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4).

Dia menambahkan, pihaknya masih akan menindaklanjuti persoalan atau temuan yang mencengangkan tersebut.

BACA JUGA: Masih Mudah Beli Kartu Perdana Seluler Sudah Diregistrasi

"Ya 2,2 juta satu NIK, di bawahnya ada 1,9 juta untuk satu NIK. Nanti operator lain ada lagi yang satu juga lebih," jelasnya.

Dia menegaskan tidak mungkin satu orang dalam satu detik bisa meregistrasi sekitar 120 kartu prabayar. "Sehingga kami menduga ini dilakukan dengan mesin," katanya.

Karena itu, dia masih mendalami siapa yang bisa melakukan hal ini. Komisi I DPR merekomendasikan kepada Kemenkominfo untuk memperdalam sehingga ketahuan siapa yang melakukan registrasi dengan sangat spektakuler itu. (boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 1 NIK untuk Registrasi 2,2 Juta Nomor, Papa Minta Pulsa?


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler