10 IP Karya Anak Bangsa Curi Perhatian Pengunjung Pameran di Shanghai

Rabu, 31 Juli 2019 – 00:05 WIB
Seorang bocah membawa Bendera Merah Putih di Sungai Kalianyar, Solo, Kamis, 17 Agustus 2017. Ilustrasi Foto: Arief Budiman/Radar Solo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Sebanyak 10 IP (Intellectual Property) karya anak bangsa dipamerkan pada gelaran Licensing Expo China 2019 di Shanghai, 24-26 Juli 2019.

Keberangkatan ini merupakan bagian dari fasilitasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melalui program KATAPEL.

BACA JUGA: Dukung Jokowi-JK, Bekraf Gelar Workshop di Sumedang

Mereka yang berangkat berasal dari lima IP terpilih pada program KATAPEL batch 1 yaitu Hey Blo!, Komik Ga Jelas, Tahilalats, Garudayana, dan Educa Studio. Lima lagi yakni Mintchan, Gugug!, Ghfosty’s Comic, Manguni Squad, dan Satria Dewa Gatotkaca.

Ajang ini merupakan kesempatan bagi mereka untuk bertemu dengan para Brand Owners, Potential Investors, dan juga License Buyers.

BACA JUGA: Mohon Dibantu, ERK Butuh Duit buat Manggung di Amerika

Pada hari pertama, seluruh jenama yang terlibat berkesempatan untuk mengikut matchmaking yang mempertemukan kreator IP, brand owners dan berbagai pihak.

Para peserta Indonesia juga mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan IP mereka. Selain mengikut gelaran Licensing Expo China 2019, sepuluh jenama kebangsaan Indonesia ini juga sempat mampir ke kantor Moonton, perusahaan pembuat game Mobile Legend, untuk melihat potensi kerja sama yang bisa dijalin.

BACA JUGA: Bekraf Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Program Satu Pintu

Deputi Pemasaran Bekraf Joshua Simanjuntak menuturkan, karya kreatif yang mengangkat berbagai kearifan lokal harus bisa dikemas sehingga bisa lebih jauh dinikmati secara global.

BACA JUGA: Berikut Daftar Daerah Penempatan Ribuan Lulusan IPDN, Beralih jadi PNS Daerah

“Kami ingin IP karya anak bangsa bisa berkembang seluas dan sejauh mungkin, sehingga kelak ekonomi kreatif menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional," kata Joshua, Selasa (30/7).

Dia berharap, berbagai jenama buatan anak bangsa bisa dinikmati dalam skala yang lebih luas. Misalnya game, film animasi, sehingga bukan hanya tuan rumah di negeri sendiri tapi juga salah satu pemain utama di level Asia Tenggara, bahkan Asia.

“Kehadiran 10 jenama Indonesia di pameran Licensing Expo China ini adalah upaya untuk mulai menata jalan ke pasar global bagi karya IP Indonesia. Acara ini mendorong kami untuk," ucap Joshua.
.
Untuk memilih sepuluh IP ini, sejak 2018 Direkorat Pengembangan Pasar Dalam Negeri Deputi Pemasaran Bekraf telah dua kali menggelar program KATAPEL.

Dijelaskan, program ini tidak hanya menjaring peserta terbaik namun juga memberi pembekalan kepada para pelaku kreatif untuk komersialisasi Kekayaan Intelektual / IP. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Disclaimer Opinion, Lembaga Bentukan Jokowi Disorot


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler