2023 jadi Tahun Menyedihkan & Menyeramkan Bagi Honorer, Kelam!

Senin, 02 Januari 2023 – 20:58 WIB
2023 menjadi tahun menyedihkan dan menyeramkan bagi honorer, sangat kelam! Benarkah?. Ilustrasi Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Mengawali tahun baru, banyak honorer baik K2 maupun non-K2 harap-harap cemas.

Mereka khawatir penghapusan honorer akan merata diberlakukan.

BACA JUGA: Ancaman PHK di Depan Mata, Honorer Jangan Takut Bersuara Lantang 

Dewan Pembina Honorer K2 Tenaga Teknis Administrasi Indonesia Nur Baitih mengungkapkan banyak rekannya yang mulai mencium aroma pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Hal ini sangat merugikan honorer K2 tenaga teknis administrasi yang masa pengabdiannya minimal 18 tahun.

BACA JUGA: Presidium Partai Buruh Ungkap 5 Masalah Honorer yang Gagal Diselesaikan Pemerintah

"2023 jadi tahun menyedihkan dan menyeramkan bagi honorer. Kelam," kata Nur kepada JPNN.com, Senin (2/1).

Nur menilai penghapusan honorer adalah langkah yang tidak manusiawi.

BACA JUGA: 11 Bulan Lagi Honorer Dihapus, Tolong Selamatkan K2, Pak Azwar Anas!

Belum dicarikan solusi terbaik, tetapi justru harus diberhentikan tanpa kejelasan statusnya. Sia-sia pengabdian mereka puluhan tahun selama ini.

Di sisi lain, 2023 juga menjadi tahun pengharapan buat honorer, karena tidak sedikit juga kepala daerah, ketua DPRD yang masih memperjuangkan tenaga honorernya agar jangan diberhentikan.

"Banyak aliansi baik dari pemerintah provinsi, kota/kabupaten yang mendatangi KemenPAN-RB agar honorer itu jangan dihapus begitu saja biar bagaimanapun keberadaan honorer itu juga diperlukan di daerah," tuturnya.

Nur mengatakan harapan honorer K2 khususnya teknis dan administrasi tidak muluk-muluk.

Tahun ini mereka diberikan regulasi serta kebijakan khusus. 

Berikan mereka kesempatan mengikuti seleksi PPPK dengan berbagai kemudahan.

Jangan lagi mereka dibenturkan dengan kebijakan yang sepihak, bahkan merugikan honorer K2.

"Saya percaya kok masih ada hati nurani para pemangku kebijakan di pemerintahan pusat yang tidak akan menghilangkan pengabdian honorer K2," terangnya.

Para anggota DPR RI diminta lebih serius dalam memperjuangkan honorer K2 khususnya karena pengabdiannya puluhan tahun.

Program revisi UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Manajemen ASN tetap dibahas. Jangan sekadar usulan inisiatif saja, tetapi pembahasannya zonk.

Begitu juga dengan pansus gabungan lintas komisi  penyelesaian honorer segera dibahas. Jangan sekadar menjadi catatan saja, tetapi benar-benar dilaksanakan 

"Rasanya sudah terlalu banyak pengharapan teman-teman administrasi. Sudah banyak korban PHK karena implementasi penghapusan honorer," ucapnya.

Dia pun meminta baik pemerintah maupun DPR RI berhenti PHP (pemberi harapan palsu) honorer lagi. Semoga di tahun 2023 mimpi-mimpi honorer K2 tenaga administrasi menjadi ASN bisa tercapai. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Banyak Honorer K2 Nakes Lulus Seleksi PPPK, 7 Hari Lagi Pemberkasan NIP


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
honorer   honorer K2   KemenPAN-RB   ASN  

Terpopuler