2030 Target Eliminasi Malaria

Minggu, 28 November 2010 – 04:16 WIB

TIMIKA – Departemen Public Health and Malaria Control (PHMC) PT Freeport Indonesia akan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika dan Lembaga Masyarakat Amungme dan Kamoro (LPMAK) membuat rencana eliminasi malaria secara keseluruhan pada tahun 2030Rencana itu dikemukakan Section Head PHMC, Kerry Yarangga, SKM MKes MPH saat ditemui Radar Timika (grup JPNN) kemarin di Aula Hotel Grand Tembaga, Timika

BACA JUGA: Satu Jemaah Meninggal di Pesawat



Menurut Kerry Yarangga, rencana tersebut merupakan upaya besar dari sisi kebijakan untuk mencegah penyakit malaria
Pihaknya akan duduk bersama-sama dengan Dinkes dan LPMAK untuk mulai sekarang menyusun rencana strategi eliminasi malaria sampai 2030

BACA JUGA: Petugas Usir Perambah TNKS

Hal ini dimaksudkan agar tahun 2015 mendatang diketahui target yang akan dibuat seperti apa, untuk selanjutnya dijalankan mulai 2015 hingga 2030.

Kata Kerry Yarangga, pemilihan target eliminasi malaria tahun 2030 itu merujuk target World Health Organization (WHO) bahwa pada tahun 2030 ada sebuah keadaan dimana eliminasi itu sudah tidak ada di muka bumi
“Kita mencoba melihat itu, merancang dalam sebuah rencana strategi untuk pencegahan malaria,” tuturnya

BACA JUGA: Jubir Kemendagri: SK akan Diambil Gubernur Sulut

Dari sisi kebijakan, pencegahan, maupun akuratif (mikroskopis) dan obat yang sedang dalam riset, kata Kerry, semuanya telah dilakukan pihaknya untuk mencegah penyakit malaria.

Dia menjelaskan bahwa sesuai data yang ada pada klinik PHMC, penyakit malaria yang paling banyak ditemukan adalah malaria tropika yang disebabkan oleh parasit palsivarumUrutan kedua adalah malaria tersiana yang disebabkan parasit fifax, kemudian malaria mix (campuran).

“Obat yang kita dapat sekarang yaitu ATC (Artemicilin)Obat itu digunakan dalam rangka mengobati mereka yang positif malaria tapi ada parasit palsivarum,” jelasnyaSelain mengobati pasien yang di dalam darah tubuhnya terdapat parasit, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap nyamuknya“Untuk mengecek nyamuk anopheles ada parasitnya, maka nyamuknya kita bunuh dengan vektor kontrolKalau orangnya sudah kena, maka kita obati,” jelasnya.

Pencegahan lain dengan pemberian kelambu, lewat kader dan Komite Kesehatan, juga petugas PHMC sendiriPihak PHMC menyerahkan kelambu kepada masyarakat yang ada di Pomako, Distrik Mimika Timur, Kampung Wangirja (SP 9), Kampung Naena Muktipura dan Nayaro.

Pihaknya juga menargetkan dalam satu rumah harus diberi kelambu, karena ada ibu dan anak atau ibu hamil“Karena kalau ibu kurang darah, maka akan berdampak pada janinJangan sampai ada ibu atau anak yang kurang darah karena malariaPaling tidak mereka jangan terkena (digigit, red) nyamuk,” harapnya.(nan)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lima Gajah Ditemukan Mati di Inhu


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler