3 Daerah Dapat Perhatian Khusus

Kamis, 21 Januari 2010 – 19:34 WIB

JAKARTA -- Potensi konflik di pilkada yang akan digelar di 22 kabupaten/kota di wilayah Sumut cukup tinggiNamun, dari 22 daerah itu ada beberapa daerah yang perlu mendapat perhatian khusus kerena memang rawan konflik

BACA JUGA: Tindaklanjuti Hasil WOC dan CTI

Ketua KPUD Sumut Irham Buana Nasution menyebutkan, setidaknya ada tiga daerah yang perlu diawasi intens yakni Medan, Tobasa, dan Nias.

"Khusus Medan misalnya, potensi konflik bisa tersulut oleh sentimen etnik dan agama
Kalau Nias, memang setiap pemilu ada masalah," ujar Irham Buana Nasution kepada JPNN di sela-sela rapat koordinasi KPUD seluruh daerah yang akan menggelar pilkada, di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Kamis (21/1).

Selain karena ada keragaman etnik dan agama, potensi konflik pilkada Medan juga lantaran banyaknya kandidat yang punya basis massa fanatik

BACA JUGA: 70% Pelanggan Pakai Kondom

Dari jalur perseorangan saja, hingga saat ini setidaknya sudah ada 6 pasangan calon
"Para kandidat yang muncul ada yang dari struktur pemerintahan, tokoh partai, tokoh agama, yang masing-masing punya dukungan massa," ujar Irham.

Irham menyebutkan, pilkada di 22 kabupaten/kota di Sumut akan digelar dalam lima gelombang

BACA JUGA: Bulog Ancam Tak Distribusikan Raskin

Gelombang pertama serentak pilkada di 9 kabupaten/kota, yakni Binjai, Medan, Serdang Bedagai, Tebingtinggi, Asahan, Tapanuli Selatan, Sibolga, Pakpak Barat, dan Toba Samosir, yang digelar 12 Mei 2010Gelombang kedua pada 9 Juni 2010 di 4 kabupaten/kota yakni Samosir, Humbang Hasundutan, Pematangsiantar, dan Mandailing Natal.

Gelombang ketiga pada 16 Juni serentak tiga daerah yakni Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, dan Labuhanbaru SelatanKeempat pada 21 Agustus yakni Simalungun dan Tanjung BalaiDan terakhir pada Oktober 2010, yakni Kabupaten Karo, Kota Gunungsitoli, Nias Barat, dan Nias Utara(sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Premium Eceran Tembus Rp.35 ribu


Redaktur : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler