38 Tewas, Ribuan Terisolir

Banjir Bandang Hantam Madina

Rabu, 16 September 2009 – 11:14 WIB

MEDAN- Musibah kembali menimpa tanah air bertepatan menjelang lebaranEnam desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, atau kira-kira 24 jam perjalanan dari Kota Medan dihantam banjir bandang, Selasa (15/9) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari.

Enam desa yang terendam banjir adalah Rantau Panjang, Lubuk Kapondong I, Lubuk Kapondong II, Saleh Baru, Tabuyung, dan Manuncang

BACA JUGA: PU Jamin Jalur Mudik Beres!

Keenam desa itu dihuni sekitar 2.200 kepala keluarga (KK).  Satu desa lagi yakni Desa Trans Sikarakara. 

Lokasi keenam desa yang berada di daerah pedalaman Mandailing Natal itu kini terisolir dan belum mendapatkan bantuan
Keenam desa itu berada di pegunungan, dekat Taman Nasional Batang Gadis

BACA JUGA: Buaya Bersiap Menerkam Cicak

Jarak lokasi banjir dari Kota Medan menuju ibukota Madina, Panyabungan, selama 15 jam perjalanan
Dari Kota Panyabungan menuju Desa Tabuyung selama 7 jam

BACA JUGA: TNI Curigai Teroris Menyamar TKI

Desa Tabuyung merupakan desa terdekat yang memiliki akses jalan yang bisa dilalui kendaraanDari Desa Tabuyung ke lokasi banjir memakan 8 jam jalan kakiRute ke lokasi banjir adalah pengunungan dan sungai, tidak ada akses untuk kendaraan kecuali berjalan kaki

Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sendiri baru mendapat laporan terjadinya bencana tersebut pada pukul 09.00 WIBHal ini karena tak ada akses komunikasi di lokasi bencanaHingga tadi malam pukul 24.00 WIB, sebanyak 38 mayat sudah ditemukan dan masih masih diidentifikasiLokasi juga belum bisa dijangkau Tim SAR karena 2 jembatan melalui jalur darat putusSedangkan melalui jalur laut melalui Desa Singkuang, badai masih tinggi

Saat ini Pemkab Madinah masih berusaha mengirimkan logistik melalui helikopter, itupun masih memantau titik koordinat tempat mendaratBupati Madina, Amru Daulay juga belum bisa melintas ke lokasi karena titik pendaratan heli belum bisa diketahuiSebab, di beberapa desa seperti di Desa Singkuang air setinggi 2 meterInformasi terakhir hingga besok bantuan heli yang membawa bantuan diperkirakan belum bisa mendarat.

Tim SAR yang meluncur ke lokasi banjir juga terhambat karena jumlah personel"Tim evakuasi masih kesulitan melakukan pencarian warga yang dinyatakan hilangAlat berat belum dapat menjangkau lokasi akibat jalur darat terputus total," ujar Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Irjen Pol Badrodin Haiti kepada wartawan, Selasa (15/9).

Badrodin mengatakan, tim SAR telah melakukan pencarian di lokasi bencanaNamun jumlah personel yang melakukan evakuasi relatif terbatas"Selain itu butuh waktu sedikitnya delapan jam menuju lokasi dari Polres Mandailing Natal menggunakan jalur sungai," imbuhnya.

Informasi dari Satkorlak Pemprovsu jumlah korban terus bertambah karena masih banyak yang hilangPemprovsu kemarin sore juga telah mengirimkan bantuan berupa obat-obatan, makanan ringan, selimut dan keperluan lainnya"Namun sejauh ini bantuan tersebut belum sampai ke lokasi banjir karena dikirim via darat karena kita tidak bisa menggunakan helikopter akibat cuaca buruk," kata Gubsu, Syamsul Arifin.

Selain memberikan bantuan materil, Gubsu juga memerintahkan Bupati Madina untuk menggunakan cadangan beras 50 ton yang saat ini berada di gudang bulog Madina"Kita sudah mencadangkan 50 ton beras di sana untuk bisa digunakan Bupati," katanya

Dijelaskan Gubsu, banjir tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir iniAkibatnya, Sungai Batang Gadis yang berada di Aek Batang Gadis meluap

Syamsul Arifin juga menginstruksikan Bupati Madina agar memaksimalkan seluruh personel Satkorlak yang ada untuk melakukan penyelamatan terhadap korbanSelain itu seluruh Satkorlak bekerjasama dengan dinas terkait, terutama dinas  kesehatan, dinas pengairan, dinas sosial.

Pemerintah Pusat juga sudah mengirimkan sejumlah bantuan dan tim untuk menakar kebutuhan bantuan yang diperlukan korban banjir di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

"Tim dari Departemen Sosial dan BNPB dikirim ke sana dengan membawa persiapan dana bantuan Rp250 juta," kata Kepala BNPB Syamsul Maarif di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Selasa (15/9).

Menurut dia, tim tersebut akan meninjau lokasi bencana, menakar kebutuhan bantuan bagi korban bencana, dan memberikan bantuan jika pemerintah daerah tidak mampu mengatasi masalah itu secara mandiri.

"Tetapi, sampai sekarang kondisi yang dilaporkan masih terkendali, masalah pengungsi juga masih bisa ditangani pemerintah daerah," katanya.

Secara terpisah, Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya mengatakan, tim kesehatan juga sudah diturunkan untuk membantu penanganan korban bencana di wilayah itu.

"Tim kesehatan sudah menuju ke sanaTim Pusat Pengendalian Krisis Regional Medan juga menuju lokasi sambil membawa kantung mayat, makanan pendamping ASI, dan obat-obatan," katanya.

Banjir dan Longsor Ancam Pesisir Barat Sumut
Ancaman banjir dan tanah longsor sampai Oktober nanti  masih berpeluang di pesisir barat Sumatera UtaraBanjir dan longsor ini terjadi lantaran tingginya curah hujan di kawasan tersebut.

"Banjir yang terjadi di Kabupaten Mandailing Natal ini karena curah hujan yang tinggiHujan ini merupakan permulaan dan puncak musim hujan di Sumut sampai Oktober nantiMasyarakat harus mewaspadai fenomena cuaca ini," ujar Kepala Bidang Data dan Informasi, Balai Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Utara, Hendra Suarta, Selasa (15/9).

Hendra mengatakan hujan seharian di Kabupaten Mandailing Natal menyebabkan banjir bandang di Sungai Batang Gadis, sekitar 550 kilometer tenggara MedanCurah hujan ini mencapai 170 mili meter selama sehari"Hujan ini sangat deras, kami sudah mengingatkan ancaman banjir dan tanah longsor ke pemerintah daerah dan media massa," katanya

Informasi yang dihimpun dari Satkorlak Pemprovsu dan Poldasu menyebutkan, sangat sulit menuju lokasi banjir bandang(mag-2/wan/net/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Kebut Pemeriksaan Pimpinan KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler