4 Tahun Tidak Diperhatikan, Wajar Guru Honorer Berpaling

Selasa, 08 Januari 2019 – 16:48 WIB
Massa aksi honorer K2 membawa berbagai poster sebagai bentuk aspirasi untuk pemerintah, saat unjuk rasa di depan Istana, Selasa (30/10). Foto: M Fathra/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Pengacara guru honorer, Andi Asrun menilai wajar bila banyak yang berpaling ke pasangan capres 02, Prabowo-Sandi.

Dukungan ini pun jangan dianggap remeh sebab bisa jadi salah satu kekuatan untuk kemenangan Prabowo-Sandi.

BACA JUGA: Iman Nilai Tuntutan Guru Honorer Salah Besar

"Gimana mereka enggak berpaling. Empat tahun ini tidak ada perubahan nasib guru honorer," kata Asrun kepada JPNN, Selasa (8/1).

Dia membandingkan dengan era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memberikan perubahan nasib pada guru honorer. Guru honorer banyak yang diangkat CPNS.

BACA JUGA: Kemenangan Guru Honorer jadi Penyemangat Pentolan K2

"Namanya pemerintahan kan berkelanjutan. Presiden boleh ganti, tapi program harus berkelanjutan. Estafet harus jalan, dan bukan seperti sekarang terhenti, mandek," ucap dosen hukum pada sejumlah perguruan tinggi negeri favorit di Depok, Jakarta, dan Bandung ini.

Asrun mengingatkan pemerintah dan para politikus untuk tidak menyepelekan suara honorer. Ada jutaan honorer di Indonesia yang merasakan ketidakadilan pemerintah. Rasa tidak adil ini yang akan menyatukan para honorer.

BACA JUGA: Gerindra Tak Pernah Setuju Guru Honorer K2 jadi PPPK

Mereka yang tadinya berharap besar kepada pemerintah akan berpaling pada penantang petahana karena berharap akan ada perubahan.

"Saya lihat banyak yang meremehkan suara honorer. Mereka akan melihat kekuatannya pada Pilpres 2019," tandasnya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Honorer K2 Kecewa DPR Tak Sentil RUU ASN di Penutupan Sidang


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler