jpnn.com - JPNN.com JAKARTA - Marwah Daud Ibrahim memang dikenal sangat membela Dimas Kanjeng, tersangka kasus pembunuhan dan penipuan terhadap pengikutnya.
Sampai sekarang pun, alumnus American University, Washington DC, Amerika Serikat itu percaya bahwa Dimas Kanjeng mampu menggandakan uang.
BACA JUGA: Akom Dilaporkan ke MKD, Ketua Komisi XI Pasang Badan
Ketika diperiksa terkait perannya sebagai Ketua Yayasan Dimas Kanjeng Taat Pribadi di Mapolda Jatim, Senin (17/10), pembelaan kepada Dimas Kanjeng tak surut.
Berikut ada enam pembelaan Marwah yang berhasil dirangkum Radar Surabaya (Jawa Pos Group) yang dirangkai dengan tanya jawab.
BACA JUGA: Kader jadi Tersangka Lagi di KPK, Begini Reaksi Demokrat
1. Dimas Kanjeng terlibat pembunuhan?
"Saya tidak percaya dan tidak yakin. Sebab cara bertutur Dimas kanjeng sangat baik dan tujuannya untuk kemaslahatan banyak orang".
BACA JUGA: Oalah, ini toh Alasan Bang Hotman Sayembara Lamborghini Miliknya
2. Soal pembunuhan Abdul Gani dan Ismail Hidayah?
"Saya sangat menyesalkan kejadian itu. Tapi menurut saya, itu merupakan sebuah kecelakaan dan kami berduka"
3. Publik mencap buruk padepokan Dimas Kanjeng?
"Jangan asal, kita tunggu ketetapan hukum dulu. Ini negara Pancasila yang punya hukum dan harus ditegakkan"
4. Pengikut atau korban Dimas Kanjeng minta maharnya dikembalikan?
"Itu (mahar) hanya sedikit. Itu sama saja dengan biaya pendaftaran ketika masuk ke organisasi. Namun bedanya, ini padepokan"
5. Saat menjadi ketua yayasan menerima gaji atau imbalan?
"Tidak ada honornya"
6. Pengikut atau korban Dimas Kanjeng diminta menyerahkan mahar?
"Iya, itu semacam biaya pendaftaran ketika masuk organisasi"
(Radar Surabaya/JPG)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PKB Nilai Kinerja Jokowi-JK Positif, Gebrakan Harus Dilanjutkan
Redaktur : Tim Redaksi