JAKARTA -- Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengaku kesulitan untuk menginventarisir berapa potensi warga negara Indonesia yang harusnya wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)Saat ini dari 240 juta penduduk Indonesia, yang tercatat memiliki NPWP di tahun 2010 baru 18,8 juta Wajib Pajak (WP).
Direktur Transformasi Proses Bisnis Direktorat Jenderal Pajak, Robert Pakpahan mengungkapkan, ada perbedaan penyusunan daftar WP di Indonesia dengan negara lainnya
BACA JUGA: Fiskal Gratis Mulai Januari 2011
Kalau di LN, pendataan pajak didasarkan pada orang per orang dengan melihat daftar penghasilannya.‘’Namun di Indonesia, dalam satu keluarga, punya satu NPWP atas nama kepala rumah tangga saja sudah cukup
Itupula yang menjadi kesulitan utama DJP untuk menghitung berapa potensial WP yang harusnya sudah masuk dalam database
BACA JUGA: VAT Refund Segera Diterapkan di Sejumlah Kota
Namun demikian, DJP memiliki target jumlah Rumah Tangga (RT) yang wajib memiliki NPWP pada tahun depan.‘’Kita targetkan, dari 240 juta penduduk ini, ada 60 juta RT yang harusnya punya NPWP
Banyak kemudahan yang diberikan pemerintah bagi pemilik NPWP
BACA JUGA: Gandeng Swasta Kelola VAT Refund
Salah satunya adalah perbedaan tarif pajak bagi mereka yang memiliki NPWP dengan yang tidakSementara pada tahun 2011, keistimewaan pemilik NPWP memang dihapuskan.‘’Namun bukan berarti NPWP tidak penting lagi, karena banyak pelayanan dengan kepemilikan NPWP yang mendapatkan perlakuan khususKesadaran memiliki NPWP ini sangat penting bagi setiap warga negara yang memiliki penghasilan kena pajak,’’ kata Robert.(afz/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rp2,9 Triliun untuk Impor Beras
Redaktur : Tim Redaksi