Ada 4,5 Juta Pengguna Narkoba di Indonesia, Sikat Pengedar dan Bandar yang Berkeliaran !

Jumat, 10 Mei 2019 – 22:54 WIB
Polres Jakarta Barat mengamankan 28 kg sabu kiriman dari Amerika Serikat. Foto: PMJ

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengapresiasi Polres Metro Jakarta Barat dalam upaya memberantas peredaran gelap narkotika.

Politikus muda Partai Nasdem itu mengapresiasi Polrestro Jakbar yang dalam sebulan terakhir mampu menggagalkan upaya penyelundupan ratusan kilogram sabu jaringan internasional.

BACA JUGA: Ponpes Ini Bisa Sembuhkan Pecandu Narkoba dengan Terapi Es Batu

“Bayangkan jika barang-barang haram tersebut tidak mampu dicegah oleh penegak hukum kita? Apa yang dilakukan Polres Jakarta Barat adalah capaian yang harus kita sambut dengan apresiasi,” kata Sahroni, Jumat (10/5).

BACA JUGA : Culun! Bandar Narkoba di Bali Takut Dikirim ke Nusakambangan

BACA JUGA: Ibnu Tepergok Polisi Sedang Bawa Sabu - Sabu

Sahroni menilai kondisi ini menggambarkan betapa jaringan narkoba internasional tidak pernah berhenti berusaha merusak bangsa.

Mereka konsisten memasok narkoba ke seluruh wilayah tanah air, khususnya Jakarta sebagai ibu kota negara sekaligus pasar terbesar narkoba.

BACA JUGA: Oknum Driver Ojol Pecandu Sabu-Sabu Akhirnya Tertangkap

Berdasar data BNN yang dirilis diawal 2019 lalu, dari 4,5 juta pengguna narkoba di Indonesia, 24 persen berlatar belakang pelajar dan 59 persen para pekerja.

BACA JUGA : Puan Maharani Berencana Impor Guru, Ramli Rahim Merasa Bingung

Menurut Sahroni, hal ini menggambarkan target narkoba adalah kalangan usia produktif yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa.

Fakta itu memaksa pemerintah dan elemen masyarakat berjuang bersama membebaskan bangsa dari belenggu narkoba.

Hal ini dicontohkan dengan sangat baik oleh Polres Jakbar. Diperlukan kegigihan dalam menjalankan komitmen memerangi kartel peredaran narkoba.

"Jika saja setiap polres atau polsek mampu bekerja optimal seperti yang dilakukan Polres Jakbar, saya yakin kita bisa menyelamatkan generasi muda dari ketergantungan narkoba," paparnya.

BACA JUGA : Dukung Bawaslu, Puluhan Santri Diteriaki Massa Nasi Bungkus oleh Ibu-Ibu Fan Prabowo

Kapolrestro Jakbar Kombes Hengki Haryadi mengatakan pihaknya dalam sebulan terakhir mengungkap upaya penyelundupan 148 kilogram sabu-sabu.

Polres Metro Jakarta Barat memiliki strategi untuk mencegah beredarnya barang haram tersebut dengan meningkatkan penindakan dan pencegahan.

”Artinya, barang-barang harus dicegah sebelum masuk ke Jakarta, dengan pola pikir bahwa apabila sabu ini telanjur sampai ke Jakarta dan menyebar akan lebih susah untuk mengungkapnya," jelas Hengki.

Polres Jakbar sebelumnya menyita 120 Kg sabu dari Myanmar. Baru-baru ini, polisi kembali menyita sabu 16 kilogram yang dikirim dari Amerika Serikat.

Badan antinarkotika Amerika Serikat/DEA sendiri menyita sabu seberat 12 kilogram dari jaringan tersebut.

Kasus ini terungkap atas kerja sama Polres Metro Jakarta Barat dan Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta.

Polres Jakbar yang mendapat informasi akan adanya pengiriman sabu dari Amerika berkoordinasi dengan bea cukai untuk mengagalkan penyelundupan tersebut.

Kasat Narkoba Polres Metro Jakbar AKBP Erick Frendiz menceritakan, pada 11 April 2019, tim gabungan menangkap seorang WN Tiongkok, Cui Ming di Kantor Pos Daan Mogot, Jakarta Barat.

Cui Ming ditangkap saat mengambil paket sabu seberat 6 kilogram dari AS. Selain Cui Ming, polisi juga menangkap 2 WNI yakni Dasuki (42) dan Budi Suprayitno (52). Keduanya berperan sebagai kurir.

Polisi kemudian menangkap lagi kuris sabu asal China yakni Li Xiufen (22) di Tebet, Jakarta Selatan. Dari tersangka, polisi menyita 10 Kg sabu siap edar.

Dia menegaskan jaringan ini dikendalikan dari Tiongkok. Kedua kurir dikirim ke Indonesia untuk mengantar pesanan ke bandar di Indonesia dengan upah Rp 60 juta.(boy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ditangkap Bersama, Sepasang Kekasih Lanjutkan Kisah Cinta di Bui


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler