JAKARTA - Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Akbar Tandjung menyarankan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk tidak ragu-ragu dalam melakukan reshuffle kabinet sebagai respon terhadap ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja para pembantunya.
"Kan sudah satu tahun kabinet ini bekerja dan presiden pasti ada penilaian kinerja kabinetnya baik secara langsung maupun melalui Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4)Satu tahun kabinet bekerja, masyarakat ternyata lebih banyak memperlihatkan sikap tidak puas
BACA JUGA: Akbar: Angket Pajak tak Perlu Ditakuti
Kalau sudah begitu, presiden tidak boleh ada keraguan untuk memperbaikinya," saran Akbar Tandjung di Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Kamis (17/2).Kalau reshuffle tidak segera dilakukan presiden, lanjut mantan Ketua DPR itu, maka SBY akan tercatat sebagai presiden yang tidak berbuat apa-apa selama memimpin bangsa dan negara ini.
Lebih lanjut, Akbar juga mengingatkan presiden agar menggunakan parameter yang jelas dan tegas dalam merombak kabinetnya
BACA JUGA: Situasi Politik Berdampak Pada Soliditas Setgab
Sepanjang ada orang yang punya kapasitas memadai untuk memperkuat pemerintahan, gunakan ituDikatakan mantan Ketua Umum Golkar itu, pengalaman satu tahun lalu dimana presiden dalam menyusun anggota kabinetnya sangat dipengaruhi oleh pertimbangan partai politik, harus segera ditinggalkan.
"Alasan dan pertimbangan politik dalam menyusun kabinet sesungguhnya pengkhianatan awal dari cita-cita bangsa dan negara ini untuk membentuk presidensiil kabinet," tegas Akbar Tandjung lagi
BACA JUGA: Kerabat Kada Dilarang Ikut Pilkada
Ditegaskan lagi, sepanjang perubahan itu untuk kepentingan dan memperkuat bangsa dan negara ini, sebaiknya segera saja lakukan reshuffle kabinet itu(fas/jpnn)BACA ARTIKEL LAINNYA... MK Diminta Evaluasi Putusan Sengketa Pilkada
Redaktur : Tim Redaksi