Alamak! Di Daerah Ini Premium Rp50 Ribu per Liter

Senin, 24 Agustus 2015 – 01:47 WIB
Foto: dok.JPNN

jpnn.com - KETAPANG - Kelangkaan premium kembali terjadi di Ketapang, Kalimantan Barat. Di tingkat pengecer, satu liter bensin dihargai Rp20 ribu. Bahkan, di media sosial, ditemukan aduan membeli bensin dengan harga Rp50 ribu per liternya.

Langkanya bensin ini disebabkan tersendatnya pasokan dari Pertamina Pontianak ke Jober Ketapang.

BACA JUGA: Harga TBS Kelapa Sawit Jeblok, Petani Menjerit

Kelangkaan bensin ini sudah berlangsung sejak beberapa hari terakhir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, kelangkaan tersebut akibat kapal penyuplai BBM dari Pertamina Pontianak ke Ketapang tersendat karena air sungai yang surut. Sehingga kapal pengangkut BBM tidak bisa masuk ke sungai dan kandas di muara.

Pantauan Pontianak Post (Jawa Pos Group) di sejumlah SPBU di Kota Ketapang, pelayanan terhadap pengisian BBM juga tidak seperti hari biasanya. Pelayanan hanya buka beberapa jam. Hal tersebut karena pasokan ke SPBU-SPBU dari Jober dikurangi.

BACA JUGA: Masjid lagi Direnovasi Terbakar, 10 Pekerja Terjebak

"Mau antre awal, karena bukanya sebentar saja. Minyak (bensin; red) susah," kata salah satu pengendara motor, Lukman (29), kemarin (23/8).

Sulitnya mendapatkan bensin ini tentunya dikeluhkan oleh masyarakat. Jika pun ada, harganya sangat mahal, bahkan ada yang sampai tiga kali lipat. "Ada yang jual di eceran, tapi Rp15 ribu. Ada yang jual Rp20 ribu satu liter. Yang jualan juga tidak banyak, beberapa kios saja," jelasnya.

BACA JUGA: Merantau, Punya Pabrik Tahu Tempe, Omzet Rp 20 Juta per Bulan

Keluhan yang serupa diungkapkan Burnama (35). Ia mengaku dirinya terpaksa merogoh kocek lebih dalam guna membeli bensin ditempat eceran. Karena di SPBU sudah habis.

"Tidak tahu alasannya apa, tiba-tiba bensin susah dicari. Bahkan di eceranpun tidak ada, ada pun harganya tinggi. Seliter Rp15 ribu," keluhnya.

Ia pun mengaku kebingungan untuk mendapatkan bensin. Padahal ia sangat butuh untuk pergi bekerja.  "Kita bingung, bensin langka, eceran tidak ada yang jual. SPBU kalau Minggu atau hari libur tutup seperti kantoran, dampaknya kita masyarakat yang merasakannya. Sedangkan kita mau pakai motor buat bekerja, tapi bensinnya sulit," paparnya.

Sementara itu, Koordinator Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Ketapang, Yusman, membenarkan kelangkaan BBM di Ketapang dan di Sukadana. Kelangkaan tersebut disebabkan kapal tangker pengangkut BBM jenis premium tidak bisa masuk dan kandas di muara karena air sungai yang surut.

Bahkan, kapal tangker pengakut BBM tersebut sudah lima hari kandas di muara. "Kendalanya muara sungai dangkal. Jadi, kapal pengangkut BBM dari Pontianak sudah lima hari kandas di muara," kata Yusman, kemarin (23/8).

Akibat tersendatnya pasokan dari Pontianak, otomatis stok BBM di Jober Ketapang terus menipis dan BBM jenis premium menjadi langka.

"Tapi hari ini informasinya jika air di muara sudah pasang tinggi, kapal tangker BBM akan masuk. Kita harapkan juga semoga segera masuk sehingga dapat langsung disuplay ke SPBU-SPBU yang ada di Ketapang. Biar tidak langka lagi," pungkasnya. (afi/dan/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Alhamdulillah, Kesejahteraan Petani Naik, Ini Datanya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler