BACA JUGA: Persebaran Guru Belum Merata
Subsidi pemerintah melalui bantuan khusus murid (BKM) turun menjadi Rp 194 miliarDirektur Pembinaan SMA Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Madikdasmen) Sungkowo mengatakan, anjloknya alokasi BKM disebabkan adanya beberapa prioritas program lain yang harus didahulukan
BACA JUGA: Atur BOS, Daerah Bisa Bikin Perda
Contohnya, membangun sekolah baru di berbagai daerah.Dia mengatakan, di beberapa wilayah pemekaran (Indonesia Timur), masih banyak yang kekurangan sekolah
BACA JUGA: Tunjangan Profesi Guru Cair Tiap Bulan
Kendati demikian, penambahan unit SMA itu tetap harus dikontrol''Jangan sampai SMA justru malah tumbuh suburSebab, rencana kita membalik rasio siswa SMA dan SMK,'''tambahnya.Di samping itu, instansinya sedang concern terhadap peningkatan mutu pendidikanMisalnya, menggenjot mutu rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI)''Karena itu, subsidi untuk siswa miskin terpaksa dikurangi,'' tuturnyaSemula, kuota siswa miskin yang mendapat BKM 310 ribuAnggaran yang dialokasikan untuk meng-cover siswa sebanyak itu Rp 242 miliarTahun ini, kuota penerima bantuan menurun menjadi 248.124 siswaDananya turun menjadi Rp 194 miliar.
Idealnya, kata Sungkowo, siswa miskin yang seharusnya ter-cover BKM sekitar 17 persen dari total jumlah siswa SMA di IndonesiaSaat ini total siswa SMA di Indonesia mencapai 4 juta orangSebanyak 17 persen di antaranya tergolong miskin''Saat ini kami baru bisa mengalokasikan sembilan persen dari total siswa SMA,'' jelasnya(kit/oki)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Jinakkan Pasal Krusial BHP, Depdiknas Rancang Standar Akuntansi
Redaktur : Tim Redaksi