Angkot di Padang Mogok, Pelajar Terlantar

Kamis, 20 November 2014 – 16:55 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Aksi mogok massal angkutan umum menolak kenaikan harga BBM subsidi juga terjadi di Kota Padang. Akibatnya aktifitas masyarakat yang bergantung pada transportasi rakyat itu pun terganggu, terutama pelajar.

"Padang lumpuh, semua angkot tidak mau menaikkan penumpang. Anak sekolah terlantar. Sudah dari kemarin sebenarnya," kata Mira, warga Purus, Kota Padang dihubungi JPNN.com, Kamis (20/11).

BACA JUGA: Bocah Nyemplung Kuali Bakso Mendidih

Menurutnya aksi mogok tersebut terjadi karena pengusaha angkutan umum meminta ada kenaikan tarif.

Sejak kenaikan harba BBM subsidi 18 November lalu, tarif angkutan umum langsung naik 1.000 rupiah dari sebelumnya Rp3.000 untuk umum dan Rp2.000 untuk pelajar.

BACA JUGA: TNI vs Polri, Prajurit Tewas Berpangkat Praka

Hal ini menimbulkan persoalan karena banyak penumpang tidak mau membayar tarif baru, sebelum ada keputusan resmi dari pemerintah daerah.

"Sebagian penumpang gak mau membayar lebih sesuai tarif baru sebelum ada keputusan resmi pemerintah. Sementara angkot sudah beli BBM dengan harga baru," jelasnya. Akhirnya, para sopir angkot memutuskan mogok sekalian. (Fat/jpnn)

BACA JUGA: Amankan 14 Ribu Liter Solar Timbunan

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rayakan Thanksgiving, Dubes AS Berakhir Pekan di Banyuwangi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler