Anis Matta: Ada Menteri Dibidik untuk Di-reshuffle

Rabu, 12 Januari 2011 – 13:33 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta mengatakan, ada menteri yang sengaja dibidik untuk digantiMenurutnya, orang-orang yang membidik tidak ingin kelihatan, sehingga menyeret orang lain untuk bersama-sama menyuarakan reshuffle kabinet.

"Ada menteri yang mereka bidik

BACA JUGA: Dana Jamsostek Rp 100 Triliun Disebut Bertuan

Bukan dari PKS, di tempat lain
Cuma tidak boleh kelihatan sendirian, jadi diseret rame-rame," kata Anis Matta kepada wartawan, di Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta, Rabu (12/1).

Apakah Partai Golkar? Anis yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS ini mengatakan tidak tahu

BACA JUGA: KPK Yakinkan Seriusi Kasus Cek Pelawat

"Kita tidak tahu
Tapi usaha itu membidik orang tertentu

BACA JUGA: JK: KPK Harusnya Ambil-alih Kasus Gayus

Kalau sendiri tidak elegan," katanya.

Partai ini, kata Anis pula, masih ada dalam Sekretariat Gabungan (Setgab) yang merupakan partai peserta koalisi pendukung pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono"Masih di dalam Setgab juga," katanya.

Lalu, apakah menteri yang dibidik ini buruk kinerjanya? Lagi-lagi Anis enggan memberi komentar"Saya tidak mau memberi penilaian soal itu," katanya.

Tetapi (secara) kasat mata, kata Anis pula, kabinet di bidang hukum memang kinerjanya mendapat rapor merah, seperti (dalam) penanganan kasus Century dan kasus mafia pajak Gayus Tambunan"Hukum terlalu kasat mataKeamanan relatif tidak ada gangguan yang terlalu besar," ujarnya pula.

Sedangkan kabinet di bidang ekonomi, menurut Anis kinerjanya masih bisa diperdebatkanMenurutnya lagi, dari angka-angka makro yang diumumkan pemerintah, memang (terlihat) menggembirakanTetapi itu tidak seperti apa yang dirasakan masyarakat.

"Kalau kita lihat, angka makro itu bagusTapi di tingkat mikro ini masalahMisalnya inflasi yang diumumkan pemerintah itu, tidak seperti itu yang dirasakan masyarakat," ujarnya(awa/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sanksi Pegawai Pajak Diperkuat PMK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler