Ansor - TMP Bersatu Melawan Hoaks dan Radikalisme

Rabu, 09 Mei 2018 – 17:44 WIB
Ketua TMP Maruarar Sirait memanggul Ketua PB NU Said Aqil Siradj saat tabligh akbar di Subang, Selasa (8/5) malam. Foto: Ist

jpnn.com, SUBANG - Nahdatul Ulama Kabupaten Subang telah bertekad melawan segala bentuk radikalisme dan hoaks. Dua hal itu sangat penting dilakukan demi menjaga keutuhan bangsa.

Hal itu dikatakan Ketua NU Subang Asep Alamsyah dalam Gebyar Sholawat dan tabligh akbar bertema Islam Nuasantara di Masjid Besar Al Muhlisin, Pamanukan, Subang, Jawa Barat, Selasa (8/5) malam.

BACA JUGA: Pemerintah Tidak Akan Kalah Melawan Hoaks

Hadir dalam acara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj, Plt bupati Subang, para kiai, Ketua Umum TMP Maruarar Sirait dan ribuan jemaah dari Pantura Subang.

Menurut Asep, kerja sama antara TMP dengan Ansor sudah lama terjalin dengan sangat baik. Hubungan antara organisasi sayap PDI Perjuangan dengan ormas PBNU itu cukup positif dalam menjaga keberagaman bangsa.

BACA JUGA: Gus Yaqut: Ansor dan Banser Terdepan Hadapi Perongrong NKRI

"Ini nilai positif yakni penggabungan nilai agama dan nasionalis. Apalagi sekarang ini hoax makin merajalela sehingga silaturahmi antara sesama anak bangsa harus ditingkatkan," ujar Asep.

Asep menegaskan, bangsa ini berdiri karena ada nilai-nilai luhur. Negara ini berdiri karena ada kebersamaan.

BACA JUGA: Tsamara PSI Disasar Hoaks Perceraian Akibat Berpantat Hitam

"Yang punya negara ini tidak hanya umat muslim. Negara ini berdiri atas cita-cita bersama pendiri bangsa ini, dan itu harus kita jaga bersama-sama juga," katanya.

Sementara, Maruarar Sirait mengajak masyarakat untuk menolak takut melawan terorisme dan radikalisme. Menurutnya, TMP belajar dari GP Ansor yang sejak dulu konsisten jadi benteng Pancasila sejati.

Pria yang akrab disapa Ara itu mengatakan, Indonesia adalah tamansari peradaban yang didalamnya tumbuh aneka ragam, budaya, agama dan suku. Hal itu adalah anugerah Tuhan yang luar biasa.

“Menjaga anugerah itu tentunya dilakukan dengan sungguh-sunguh dengan aksi nyata dan bukan retorika. Menjaga keberagaman dan kebhinekaan harus dari hati bukan dari pidato dan slogan-slogan yang ada,” tuturnya.

Ara pun mengatakan, GP Ansor telah menjadi pilar NKRI sejak awal kemerdekaan. Kini, saat ibu pertiwi membutuhkan pendekar-pendekar tangguh untuk Pancasila, GP Ansor kembali hadir.

“Ansor senantiasa hadir menjaga Indonesia. Kegiatan tabligh akbar ini merupakan gotong royong antara Ansor dan TMP untuk menjaga Indonesia. Tentu tidak semua senang Ansor dan TMP bersatu, kita harus tetap menjaga persatuan, kaum Nahdiyin dan nasionalis,” katanya. (dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... F-PKS Gelar Aksi Desak Polisi Jerat Fahri dan Fadli


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler