Asap dari Cerobong Pabrik Ini Dikeluhkan Lantaran Bikin Mual dan Pusing

Jumat, 17 Mei 2019 – 21:14 WIB
Cerobong asap. Foto ilustrasi: pixabay

jpnn.com, BATAM - Karyawan PT Subsea Service Indonesia di kawasan komplek executive industrial park, Batamcenter, mengeluhkan bau busuk menyengat yang dikeluarkan dari PT Xinhe Plastic Silicone.

Akibat bau busuk ini, beberapa karyawan mengeluhkan kerongkongan mereka jadi kering, kepala pusing, kadang diiringi mual dan muntah.

BACA JUGA: Heboh Penemuan Mayat Bayi Kembar, Satu di Dalam Ember, Satunya Lagi di Kamar Kos

"Saya sempat konsultasi ke Awal Bros terkait ini. Katanya, saya terpapar akibat bahan-bahan chemical," kata Tono, salah seorang karyawan PT Subsea Service Indonesia, Kamis (16/5).

Tono mengatakan perusahaanya dengan PT Xinhe, dibatasi dinding dan seng saja. Dan dia mengaku sering bekerja dekat cerobong asap milik PT Xinhe Plastic Silicone.

BACA JUGA: Berkas Kasus Caleg Gerindra Tersangka Politik Uang Dilimpahkan ke Kejaksaan

Baca: Sartika Tak Kuasa Menahan Tangis Saat Kekasih Tewas Dihabisi Suaminya

"Teman-teman tak butuh waktu lama, langsung mual mencium bau busuk dari cerobong asap itu. Sedangkan saya butuh waktu 10 menit, namun itu setelah saya mengalami gejala sakit kepala dan mata terasa perih serta berair," tuturnya.

BACA JUGA: Remaja 16 Tahun Dibawa Kabur dan Disetubuhi Kekasihnya

Kondisi ini, kata Tono sudah dirasakan cukup lama. Bau ini, kata Tono sempat menghilang di awal Januari 2019. Namun setelah itu, makin lama bau menyengat ini kembali hadir.

"Saya tidak tau, apakah bau menyengat ini aman untuk dihirup manusia. Tapi yang jelas banyak teman-teman mengalami gejala yang sebutkan tersebut," ucapnya.

Terkait kondisi ini, dibenarkan oleh Workshop Manager PT subsea services Indonesia, Ikhwanudin. Dia mengatakan kadang saat bau itu muncul, terpaksa mengistirahatkan para karyawannya. "Dari pada karyawan saya muntah, mual, atau sesak nafas akibat bau itu. Biasanya kami masuk bagian yang tertutup, sehingga bau itu tidak masuk," ungkapnya.

Protespun sudah beberapa kali disampaikan. Namun, kata Ikhwanudin tetangganya kurang merespon hal ini. "Kami sudah sampaikan permasalahan ini ke DLH juga, polisi juga. Bukan hanya kami mencium bau ini, tapi beberapa orang sekeliling ini," ucapnya.

Namun, hingga kini ia mengatakan tidak mendapatkan penjelasan. Apakah bau busuk ini aman atau tidak bagi manusia. "Walaupun aman, tapi kami merasa tidak nyaman dengan baunya," tuturnya.

Manajemen PT Xinhe, Chandra mengatakan tidak ada bau atau asap hitam yang keluar dari cerobong asap milik mereka. Dan ia mengatakan dari hasil survei tahun lalu, tidak ada masalah dengan asap yang dikeluarkan tersebut.

Baca: Penantian Empat Bulan Skuat Persiba Akhirnya Terbayar

"Lagian kami ini kooperatif, Pak. Selama ini, pihak sebelah (PT Subsea Service Indonesia) komplen. Kami tangani dengan baik," katanya.

Ia mengatakan bahwa bukan pihaknya saja satu-satunya mengeluarkan bau. "Kami tau di kawasan ini ada beberapa bau, tapi kami mengerti (sama-sama) mengerti saja. Lagian tidak (selama) 24 jam asap keluar seperti yang dia (PT Subsea Service Indonesia) bicarakan," tuturnya.

Chandra mengaku bahwa pihak surveyor akan datang lagi ke PT Xinhe Jumat (17/5), untuk melakukan pengecekan.

Terkait keluhan PT Subsea Service Indonesia. GM kawasan komplek executive industrial park, Hatta Nasution, mengatakan bahwa tidak bisa memastikan bahwa asap yang dikeluarkan itu berbahaya atau tidak. "Itu perlu uji lab. Memang mereka (PT Xinhe) keluarkan asap saat produksi. Tidak sering, sekali-sekali," ucapnya.

"Kami sudah edarkan ke semua perusahaan. Untuk mengelola dengan baik," ungkapnya singkat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam membenarkan ada aduan bau menyengat di kawasan Industri Executive Batamcenter.Aduan tersebut masuk di DLH tertanggal 12 Februari 2019, dengan perihal 'bau yang menyengat akibat proses daur ulang limbah silikon oleh PT Xinhe.

"Yang melapor pihak perusahaan di sampingnya. Jadi yang dilaporkan bau, ternyata ada alat yang rusak," kata Kepala DLH Herman Rozie, Kamis (16/5).

Baca: Konjen Singapura Sebut Industri Digital Potensial di Batam

Setelah mendapat pengaduan tersebut, DLH Batam melalui seksi pengaduan turun mengecek. "Pada saat turun pegecekan ada bau dan kami perintahkan utk memperbaiki agar mengurangi bau tersebut," imbuhnya.

Setelah pengecekan awal tersebut, DLH kembali turun untuk melihat langsung perbaikan yang telah dilakukan perusahaan yang dilapor. Informasi terakhir sudah diperbaiki. "Kami konfirmasi sama pengadu, sudah tidak bau lagi katanya," imbuhnya.

Dalam pengecekan tersebut ia sampaikan, pihaknya sekaligus meminta, perusahaan melakukan uji laboratorium asap yang dikeluarkan apakah berbahaya atau melebihi ambang batas yang diperbolehkan.

"Ini yang kami minta hasil labnya itu. Tapi bau itu disinyalir dari cerobong atau broiler mesin produksi, bukan cerobong asap," papar dia. (jpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saling Balas, Giliran Spanduk Dukungan Ex-Officio yang Banyak Bertebaran


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler