Asrul Bayar Rp 80 Ribu Minta Dua Kali, PSK Ogah Langsung Ditusuk-tusuk

Rabu, 23 Agustus 2017 – 09:00 WIB
Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PALU - Perempuan muda dari Tana Toraja, Sulawesi Selatan, inisial KK, 27, kesehariannya menjadi PSK di eks lokalisasi Tondo, Kota Palu, Sulteng. Siapa sangka hidupnya harus berakhir di tangan pelanggannya sendiri.

LAPORAN: Wahono-Safrudin

BACA JUGA: Kasih Minyak Angin di Perut Siswi, Pak Guru Ditangkap Polisi

PSK itu meninggal dua hari menjelang hari kemerdekaan RI, tepatnya pada malam tanggal 15 Agustus di RSUD Undata. Dia ditikam pelanggannya sendiri di eks lokalisasi Tondo, tepatnya di Café Lidia.

Café itu di gang paling ujung sebelah kiri saat memasuki kompleks tujuan pria hidung belang tersebut.

BACA JUGA: Tukul Nekat Jual Sabu-Sabu Pakai Kredit ke Pelajar

KK, wanita berambut pirang ini, direnggut nyawanya oleh pelanggannya sendiri yang merasa tidak puas setelah melakukan hubungan terlarang.

Sebelum meninggal dunia, KK seperti malam-malam lainnya, menunggu pelanggan yang hendak menggunakan jasanya.

BACA JUGA: Suami Main Tusuk Gara-gara Istri dapat SMS Kalimatnya Begini

Pelanggan yang datang malam itu, si pria yang diketahui bernama Asrul (20) yang berasal dari Kabupaten Donggala.

Gelap mata menjadikan Asrul menusukkan pisau yang dibawanya ke tubuh KK hingga beberapa kali.

“Saya masih mau begitu. Perjanjian sih cuma satu, tapi saya masih ingin lagi. Sedangkan dia sudah tidak mau. Makanya saya jengkel,” ungkap Asrul yang berbincang Radar Sulteng (Jawa Pos Group) di Polres Palu, Senin (21/8).

Satu kali begituan, kata Asrul, dia membayar KK hanya Rp80 ribu. Uang tersebut diberikan di awal sebelum melakukan hubungan.

Nafsu tinggi Asrul tidak sebanding dengan isi dompetnya. Malam itu, Asrul mengatakan hanya membawa uang Rp80 ribu, tidak kurang, tidak lebih. Sedangkan tarif normal KK Rp100 ribu.

Setelah proses rayuan selesai dan disepakati hanya Rp80 ribu, keduanya masuk ke dalam café.

Asrul yang memiliki nafsu tinggi tidak merasa puas dengan hanya sekali. Dia ingin sekali lagi tapi KK menolak.

“Dia ancam saya mau dipanggilkan preman. Saya tambah jengkel. Karena ada pisau yang saya bawa, itu yang saya tusukkan di badannya,” kisah Asrul.

Salah seorang yang mengetahui kejadian itu di eks lokalisasi Tondo menyebutkan, dia sempat berbincang dengan rekan KK yang tinggal di Café Lidia.

Dari rekan KK diketahui bahwa KK belum lama di Palu dan berencana bekerja ke Malaysia.

“Dia itu datang di Palu, setelah lebaran baru-baru ini. Rencananya dia mau ke Malaysia untuk bekerja. Itu yang temannya bilang sama saya,” ucap sumber mengaku dekat dengan rekan KK.

Namun dia tidak mengetahui tempat tinggal KK selama di Palu. Dia juga membantah kalau KK seorang mahasiswi di salah satu kampus di Palu.

“Dia bukan mahasiswi. Dia hanya datang ke Palu, rencananya sementara saja. Habis itu ke Malaysia untuk kerja di sana,” sebutnya.

Pantauan di Café Lidia di eks lokalisasi Tondo, café tersebut tampak tertutup dan tidak seorang pun yang berada di sana. **

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sopir Go-Car yang Dibunuh Itu Terakhir Diorder Rohman


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler