Aturan Aneh..Tak Lulus UAS, Siswa Didenda Beli Keramik

Kamis, 20 April 2017 – 09:23 WIB
Uang. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BATAM - Orang tua murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Batam, Kepulauan Riau sedang pusing.

Mereka mengeluhkan kebijakan pengenaan denda bagi siswa yang tidak lulus ujian akhir sekolah (UAS) beberapa minggu lalu.

BACA JUGA: Kemendikbud Bentuk Tim Khusus Usut Kasus Tewasnya Siswi SMKN 3 Psp

Keluhan itu muncul lantaran sanksi yang diberikan tidak masuk akal dan sangat memberatkan orang tua.

Indra, salah seorang wali murid, mengaku mengalami hal tersebut.

BACA JUGA: Unas SMA Berakhir, Klaim Hanya 10 Pengaduan

Setiap mata pelajaran yang tidak lulus, bukannya memberikan remedi, sekolah malah mewajibkan pembayaran dalam bentuk denda.

''Anak saya kelas XII tidak tuntas mata pelajaran bahasa Inggris diwajibkan membeli keramik yang harganya Rp 2 juta,'' kata Indra kepada Batam Pos (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Penjelasan Kadisdik soal Kematian Amel Dinilai Aneh

Bukan itu saja, dia mengakui, pihak sekolah juga mewajibkan membeli speaker bagi siswa yang tidak lulus.

Harganya pun cukup mengejutkan, yakni Rp 1 juta. Itu belum termasuk denda bagi mata pelajaran lain.

Misalnya, bingkai berukir Rp 300 ribu dan bola kaki seharga Rp 400 ribu-Rp 600 ribu.

''Kalau pelajaran olahraga tak lulus, denda bola. Sedangkan bingkai berukir jika tak lulus pelajaran seni rupa. Itu bukan untuk satu orang saja, ada puluhan murid yang diwajibkan membayar denda tersebut. Bisa dihitung berapa uang yang mereka terima,'' ujar Indra.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri Arifin Nasir mengaku sudah menghubungi kepala sekolah SMKN 2.

Menurut dia, saat ini kepala sekolah itu berada di Thailand untuk mengikuti undangan dari kementerian.

''Dia (kepala sekolah, Red) ngaku tak tahu. Sekarang saya minta wakil kepala sekolah untuk menghubungi saya, menjelaskan perihal denda itu,'' terang Arifin. (rng/JPG/c22/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... FSGI Sesalkan Ulah Oknum Guru SMKN 3 Psp


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler