JAKARTA -- Partai Golkar tidak akan tinggal diam setelah ide dana aspirasi ditolak di Senayan, Istana, dan masyarakat luasPeneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Ikrar Nusa Bhakti mengingatkan, kemungkinan besar Partai Golkar akan menyelipkan idenya itu lewat prosedur normal penganggaran, yang dimulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbangda) dan Musrenbangnas.
"Bisa saja Golkar akan memasukkan lewat Musrenbangda dan Musrenbangnas," ujar Ikrar Nusa Bhakti dalam diskusi bertema dana aspirasi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (19/6).
Menurut Ikrar, ide Golkar tentang dana aspirasi itu mencoba mengadopsi model di AS dan Philipina
BACA JUGA: Dana Aspirasi Ide Para Politisi Malas
Namun, lanjutnya, model di AS juga tidak semua anggota parlemen mendapatkan dana aspirasi, namun tergantung program apa yang mereka sodorkanBACA JUGA: Andi Nurpati Didesak Mundur dari KPU
"Mereka menjadi sulit tersingkir karena selain klan mereka sudah kaya, dapat juga uang dari negara," ujar Ikrar.Sedang anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) DPR, Laurens Bahang Dama, menjelaskan, ide dana aspirasi jelas-jelas melanggar sejumlah Undang-undang (UU), khususnya UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Kuangan Negara
BACA JUGA: Andi Nurpati Tunggu Kepres Pemberhentian dari KPU
(sam/jpnn)BACA ARTIKEL LAINNYA... Gayus: Ada Konspirasi Lemahkan BK DPR
Redaktur : Tim Redaksi