Awas, Lissa Thalia Menjaring Mangsa Lewat Facebook

Kamis, 14 September 2017 – 00:26 WIB
Foto: Facebook Lissa Thalia

jpnn.com, BANJARBARU -  


BANJARBARU – Lissa Thalia lewat akun Facebook-nya melakukan penipuan memanfaatkan tingginya animo masyarakat terhadap status sebagai tenaga honorer.

BACA JUGA: Oknum Pegawai BKD Riau Ditangkap

Dalam statusnya, Lissa menulis bahwa dirinya sedang mencari tenaga kerja non PNS atau honorer untuk ditempatkan di RSUD Idaman Banjarbaru dan beberapa instansi di Kabupaten Banjar. Seperti, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) dan Satpol-PP.

Dia juga menyertakan nomor telepon di statusnya tersebut, agar dapat dihubungi apabila ada yang ingin mencari info lebih lanjut.

BACA JUGA: Ini Skema Rekrutmen Guru Garis Depan dari Honorer dan S1

Saat Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group) menghubungi nomornya melalui Whatsapp (WA), Lissa mengaku sebagai orang BKD (Badan Kepegawaian Daerah) Banjarbaru, Kalsel.

Ia mengaku bisa memasukkan tenaga honorer di beberapa instansi di Banjarbaru dan Banjar. "Syaratnya hanya bayar admin Rp500 ribu, langsung bisa kerja," katanya.

BACA JUGA: Penipu Modus Hipnotis Beraksi, Rp 2 Miliar Raib

Selain itu, dia juga meminta kiriman foto ijazah, KTP dan surat lamaran si pelamar. "Foto saja, terus kirim di WA. Jadi tidak perlu ketemu," ujarnya.

Anehnya, saat wartawan Radar Banjarmasin meminta nomor rekening dengan alasan ingin mentransfer biaya admin, dia malah menolak.

"Kirim dulu nomor rekening kamu, baru nanti saya kirim nomor rekening kepala dinasnya langsung," katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Banjarbaru Firdaus Hujaini mengaku tak ada pegawai di instansinya yang bernama Lissa.

"Hahaha, itu modus. Tidak ada pegawai saya yang bernama Lissa. Terus, SKPD kami namanya tidak lagi BKD, melainkan BKPP," ujarnya sambil tertawa.

Dia mengungkapkan, saat ini tidak ada satupun SKPD yang membuka perekrutan pegawai honorer. Kecuali RSUD Idaman, itupun melalui tahapan tes. Mulai dari tes administrasi, kompetensi dasar, psikotes dan lain-lain.

"Jadi jelas, itu tipu muslihat. Memanfaatkan kesempatan saat orang kesulitan cari kerja," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kepala BKPP Banjar Mada Taruna, dia juga mengaku tak mengenali Lissa. "Gak ada orang itu di BKPP Banjar, penipu itu," ujarnya. (ris)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Terseret Kasus Penipuan, Ustaz Yusuf Masyur Merasa Dikerjai


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler