Balon Meledak, Isak Tangis Keluarga Tiga Korban Pun Pecah

Minggu, 24 Mei 2015 – 02:00 WIB
Kehebohan warga di lokasi kejadian. Foto: Pos Metro Medan/JPNN

jpnn.com - SEBUAH balon gas udara milik sentral grosir sekaligus Hotel IBIS di Jalan MT Haryono, Jumat (22/5) siang sekitar pukul 12.30 WIB. Akibat peristiwa itu, tiga orang mengalami luka bakar serius di sekujur tubuh. Ketiganya langsung dilarikan ke RSU Deli di Jalan Merbabu, Medan.

Ketiga korban yakni Edward (45) warga Jalan Japaris, Arifin (40), warga Jalan MT Haryono, dan Hendra (21), warga Cemara Hijau, mendapatkan perawat medis di Intensive Care Unit (ICU) di lantai II rumah sakit tersebut.

BACA JUGA: Waduh... Ada-ada Saja PNS Ini Nekat Menjambret Pakai Mobil

Dilansir dari Pos Metro Medan (Grup Sumut Pos/JPNN), Jumat (22/5), ketiga korban itu mengalami luka bakar berat di bagian muka, tangan, badan dan kaki. Namun, pihak rumah sakit enggan memberikan keterangan resmi atas kondisi ketiga korban balon gas reklame itu.

“Sedang kami obati para korban, jangan lah saya dimintai keterangan,” ungkap seorang dokter yang keluar dari ruang ICU tersebut.

BACA JUGA: Terimbas Regulasi Pembatasan Kuota Haji, Puluhan Calhaj Batal Berangkat Tahun Ini

Di rumah sakit ini, hadir juga Kapolsekta Medan Kota, Kompol Ronald Sipayung. Sementara itu personel Polsekta Medan Kota, mencari keterangan atas kondisi kesehatan dari para korban tersebut. Di lokasi yang sama, isak tangis keluarga dan kerabat korban pecah di depan ruang ICU rumah sakit Deli ini.

Tampak seorang wanita tua keturunan Tianghoa yang mengaku ibu kandung dari korban, Hendra. Dia menuturkan, anaknya itu mengalami luka bakar parah, di bagian badan dan tangannya. “Saya tidak sanggup melihat anak saya ini, badan dan tangan luka beratnya,” ucap ibu tua itu dengan nada sedih.

BACA JUGA: Aduh, Masih Ada Kepala Desa Sunat Dana BLSM?

Dia mendapatkan kabar duka itu, saat dihubungi rekannya. Dengan kabar itu, dia langsung menuju rumah sakit ini untuk melihat kondisi kesehatannya.

“Setelah saya dikabari, saya langsung ke sini. Katanya, luka bakar itu karena mereka sedang mengisi gas balon udara itu. Tapi, saya tidak tahu persis kejadiannya,” jelasnya.

Saat asyik memberikan keterangan, seorang pria keturunan Tianghoa langsung membawa ibu Hendra untuk meninggalkan wartawan. “Tolong lah, jangan banyak ditanyai, kami sedang sedih,” ucap pria itu sembari membawa ibu tua tersebut.

Begitu juga pihak keluarga lainnya, terlihat begitu enggan memberikan keterangan resmi dan lebih memilih menghindar dari cercahan pertanyaan awak media di rumah sakit itu.

Setelah mendapatkan perawat khusus di ICU selama 90 menit, satu persatu korban dikeluarkan dari ruang ICU dan dipindahkan di ruang rawat inap di lantai II RS Deli Medan. Tampak, seluruh tubuh korban dibalut dengan perban atas luka bakar yang dialami mereka.

Peristiwa balon gas meledak itu terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Saat itu ketiga pekerja tengah memasang balon yang menjadi alat reklame di dalam lokasi proyek pembangunan.

Menurut warga sekitar, Herman, balon gas itu sudah terpasang sekitar dua bulan belakangan ini. Balon gas itu, digunakan sebagai lokasi reklame untuk sentral grosir sekaligus Hotel IBIS, yang tengah proses pembangunan.

“Balon gas itu, sudah kempes. Jadi, mereka mengisi gasnya kembali. Tapi, entah kenapa tiba-tiba meledak, suaranya gak besar kali lah, seperti ban pecah aja,” kata Herman di lokasi kejadian.

Herman yang pemilik warung kopi, yang tak jauh dari pembangunan hotel itu, melihat ketiga korban yang luka-luka langsung dievakuasi dan dibawa ke Rumah sakit. “Setelah orang-orang bilang balon besar itu, meledak. Aku lihat ada yang dibawa rumah sakit,” pungkasnya.

Di lokasi kejadian, Kepolisian dari Polsekta Medan Kota, langsung melakukan olah tempat kejadian untuk mengetahui persis insiden yang melukai tiga pekerja. Begitu juga, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi peristiwa.

Untuk mengetahui ada dugaan kelalaian dalam pekerjaan, pihak kepolisian masih melakukan penyidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi mata.

“Kasusnya masih kita lidik dengan memintai keterangan saksi. Barang bukti berupa sisa balon yang sudah koyak dan sebuah tabung gas, sudah kita amankan. Kasus ini masih kita dalami, ” ungkap Ronald singkat.

Disinggung soal proyek tersebut untuk pembangunan Ibis Hotel, Ronald malah menampik. Dikatakannya, proyek itu hendak membangun pusat pertokoan Medan.

Begitu juga ketika disinggung pihak bertanggung jawab atas kejadian itu, Ronald mengaku belum dapat memberi jawaban. “Itu nanti baru bisa kita ketahui dari hasil penyelidikan,” pungkasnya. (gus)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dramatis! Ingin Bekuk Buronan, Polisi Dihadang Warga dengan Senjata Tajam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler