Bangun Kolaborasi ASN - Korporasi untuk Kemajuan Negara

Selasa, 10 April 2018 – 22:00 WIB
Ribuan CPNS di Istora Senayan Jakarta, Selasa (27/3). Foto: Mesya Mohamad/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) berkolaborasi dengan Bank Mandiri mengadakan Coaching & Mentoring Skill.

Hal itu dilakukan sebagai upaya pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur.

BACA JUGA: Hari Pertama Masuk Kerja, Puluhan ASN Kota Bekasi Bolos

Menteri PANRB Asman Abnur berharap kolaborasi antara instansi pemerintah dengan korporasi ini akan berdampak positif bagi kemajuan bangsa Indonesia.

"Kalau kolaborasi antara ASN dengan korporasi ini terjadi, negara akan lebih maju," ujar Menteri Asman, dalam acara Coaching & Mentoring Skill bersama Bank Mandiri, di Plaza Mandiri, Jakarta.

BACA JUGA: Ini Kabar Gembira untuk Seluruh PNS di Provinsi Jambi

Dengan adanya kolaborasi yang diikuti oleh pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama (eselon I dan eselon II) Kementerian PANRB ini, Menteri ingin ASN beradaptasi terhadap segala kemajuan teknologi yang ada.

Selain pengembangan SDM, ada hal lain yang bisa dipelajari dari manajemen perbankan, yaitu mengatur keuangan dalam sistem birokrasi, imbuhnya.

BACA JUGA: Panwaslu Diminta Tegas kepada ASN Nakal

Tidak hanya untuk pegawai di Kementerian PANRB, ilmu yang dipelajari dari bank BUMN ini juga harus ditularkan ke instansi pemerintah lainnya, termasuk pemerintah daerah.

"Berpikirnya bagaimana memperbaiki ASN yang jumlahnya sangat banyak ini," jelas Asman.

Dikatakan, hal-hal dasar yang harus diubah dan dipelajari dari korporasi adalah sistem rekrutmen, pelatihan dan pendidikan, penempatan individu di jabatan tertentu, budaya kerja, serta kedisiplinan pegawai.

"Perubahan itu tidak mudah. Kita berikan nuansa baru bagi ASN," imbuh mantan Wakil Walikota Batam ini.

Keterbukaan terhadap metodologi baru ini juga akan menjadi penunjang bagi kualitas pelayanan publik.

Masyarakat tentu berharap kehadiran pemerintah dalam pelayanan publik semakin baik dan tidak berbelit.

"Kalau kontribusinya bermanfaat bagi masyarakat, outcome terakhirnya adalah pelayanan publik yang bisa kita sajikan pada masyarakat Indonesia yang dilakukan oleh ASN," tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian PANRB Dwi Wahyu Atmaji mengatakan, salah satu tugas strategis Kementerian PANRB adalah sebagai pembina seluruh instansi pemerintah.

Untuk itu, profesionalisme menjadi kunci utama bagi seluruh ASN di Kementerian PAN RB.

"Kami belajar dari mana saja, termasuk dari BUMN yang tidak kalah dengan negara lain, salah satunya dari Bank Mandiri ini," ujar Atmaji seusai acara tersebut.

Menurut Atmaji, Bank Mandiri adalah salah satu bank BUMN terbesar yang berhasil membangun budaya kerja yang baik dan terintegrasi.

Bank Mandiri sendiri merupakan hasil dari penggabungan empat bank pemerintah, yaitu Bank Bumi Daya (BBD), Bank Dagang Negara (BDN), Bank Ekspor Impor Indonesia (Bank Exim), dan Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).

Dikatakan, pegawai Kementerian PANRB bisa belajar transformasi organisasi dari Bank Mandiri. Bank Mandiri tentu telah menunjukkan pengelolaan SDM yang baik menjadi satu budaya kerja baru. "Kita ingin masalah kualitas SDM ini juga menjadi hal yang kita pelajari dari Bank Mandiri," ujarnya.

Selain pengembangan SDM, hal yang perlu dipelajari dari Bank Mandiri adalah soal penggunaan teknologi informasi modern.

Dengan kerjasama ini, diharapkan para pimpinan Kementerian PANRB dapat menciptakan dan membina ASN agar lebih profesional di bidangnya.
"Kami berharap seluruh unsur pimpinan PANRB ini mampu menjadi pembina SDM di unit kerjanya masing-masing supaya mereka makin profesional, makin adaptif dalam mengikuti perkembangan zaman," jelas Atmaji.

Sementara ini, acara tersebut hanya diikuti oleh pejabat eselon I dan II. Namun kedepannya, menurut Atmaji, coaching and training ini juga dapat diikuti oleh eselon III, IV, hingga staf.

"Nanti semua akan merasakan dan mengalami berbagai program pengembangan yang disusun," tandasnya.

Hadir dalam acara tersebut Deputi Kelembagaan dan Tata Laksana Rini Widyantini, Deputi Pelayanan Publik Diah Natalisa, para Staf Ahli dan Staf Khusus, serta jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon 2) Kementerian PANRB.

Sementara dari pihak Bank Mandiri antara lain Direktur Hubungan Kelembagaan Alexandra Askandar, SEVP Human Capital Tranformation Sanjay N. Bharwani, SVP Government & Institutional 2 Teddy Y. Danas, serta Direktur Kepatuhan Bank Mandiri Agus Dwi Handaya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ini Penjelasan MenPAN-RB Terbaru Soal Dana Pensiun


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
ASN  

Terpopuler