Banjir Masih Mengancam Mataram

Selasa, 30 Desember 2014 – 03:33 WIB

jpnn.com - MATARAM - Bencana banjir masih mengancam beberapa wilayah di Kota Mataram. Kini, lokasi-lokasi yang rawan terendam itu dalam pengawasan tim gabungan Pemkot Mataram. Ini dilakukan setelah banjir merendam permukiman warga di Lingkungan Karang Buaya Jumat malam (26/12) lalu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Mataram Mahmuddin Tura mengatakan, beberapa kawasan di Kota Mataram masih rawan terendam banjir. Seperti Lingkungan Karang Buaya, Lingkungan Abian Tubuh, Lingkungan Batu Ringgit, Lingkungan Jempong Barat, Perumahan Kopajali, Lingkungan Banjar, Lingkungan Tinggar, kawasan Dayan Peken, Jalan Imam Bonjol, Jalan Brawijaya, wilayah Cakra Selatan, dan Gebang Baru.

BACA JUGA: Sopir Bus Maut Terancam jadi Tersangka

Namun kawasan-kawasan itu saat ini sudah mulai bisa diatasi.  Seperti Jalan Imam Bonjol salurannya sudah diperbaiki. Termasuk kawasan Tinggar, Kelurahan Ampenan Utara dan wilayah Kelurahan Dayan Peken, genangan sudah berkurang. Sementara untuk perumahan Kopajali, Dinas PU sudah melakukan pengerukan saluran yang ada di Jalan Lingkar Selatan.

Dia mengatakan, saat ini lokasi yang menjadi fokus pihaknya adalah Lingkungan Karang Buaya. Sebab kawasan tersebut dilintasi Sungai Unus yang setiap saat bisa meluap.

BACA JUGA: Jual Sabu Demi Biayai Kuliah Putrinya

Untuk penanganan jangka pendek, pihaknya membuat pintu air dan mengerahkan pasukan biru untuk mengangkat sedimen saluran dan tumpukan sampah yang ada di saluran.   

Jumlah personel yang dikerahkan pada siang dan malam hari 15-20 orang. Termasuk dalam waktu dekat juga akan dilakukan pengerukan.

BACA JUGA: Wakil Bupati Sebut Disiplin PNS Meningkat

Terkait pembongkaran penutup saluran oleh warga Karang Buaya, pihaknya menyerahkan ke kelurahan. Sebab pada saat banjir, warga membongkar jembatan beton ke ruko yang penutup saluran, karena menganggap pembangunan jembatan itu yang menyebabkan banjir.

Sementara untuk penanganan jangka panjang, Dinas PU berencana melakukan normalisasi Sungai Unus di kawasan Babakan yang kerap menjadi penyebab banjir di bagian hilir. Kondisinya saat ini memang cukup parah.

”Jadi yang masih perlu mendapat perhatian adalah Sungai Unus yang ada di Babakan, kita akan normalisasi tahun depan karena membutuhkan biaya besar,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Supardi mengatakan, tim reaksi cepat (TRC) dikerahkan ke bebeapa lokasi rawan banjir. Mereka melakukan pemantauan untuk mengantisipasi kemungkinan banjir yang kemungkinan terjadi setiap saat. (ili/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hadang Truk, Anak Punk Tewas Tertabrak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler