Bank Jatim Paling Siap Jalankan Layanan Keuangan Digital

Jumat, 16 September 2016 – 02:52 WIB
Bank Jatim. Foto: Jawa Pos.Com

jpnn.com - SURABAYA – Bank Indonesia sudah mengizinkan bank umum kelompok usaha (BUKU) III menyelenggarakan layanan nircabang (branchless banking).

BI sentral berharap, bank penyelenggara layanan keuangan digital (LKD) di Jawa Timur bukan hanya Bank Mandiri dan BRI.

BACA JUGA: BTN Anggap Target 570 Ribu Rumah Mudah Terlampaui

’’Di Jatim, sepertinya Bank Jatim yang paling siap. BPD juga boleh mempunyai LKD,’’ kata Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan BI Jatim Hestu Wibowo kemarin (14/9).

Sejauh ini, belum ada BPD yang mengadakan LKD. Padahal, BI tidak membatasi penyelenggaraan LKD di satu daerah saja. ’’BPD secara otomatis akan menguatkan pasar di daerah asalnya sendiri,’’ katanya.

BACA JUGA: Grup Astra Berkomitmen Dukung Total Kemajuan UKM

Untuk menjadi bank penyelenggara layanan nircabang, bank dengan modal inti Rp 5 triliun–Rp 30 triliun harus menyiapkan infrastruktur dan jaringan.

Bank juga bisa menentukan layanan tersebut akan menggunakan uang elektronik yang bersifat card based atau chip based.

BACA JUGA: Apartemen Seharga Rp 1,2 Miliar Bisa Dibeli Hanya Rp 825 Juta

Tahun lalu, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah agen LKD terbanyak di Indonesia. Dari total 69 ribu agen LKD di Indonesia, sebanyak 19 ribu beroperasi di Jatim.

Namun, agen-agen itu baru beroperasi di empat kota, yakni Surabaya, Malang, Kediri, dan Jember.

’’Sekitar 70 persen agen LKD di Jatim itu dari BRI, sisanya Bank Mandiri. Dua bank tersebut sepertinya punya segmentasi micro banking yang kuat. Kalau Bank Jatim bisa ikut meramaikan program LKD, itu lebih bagus lagi,’’ ungkapnya.

Agen LKD sekaligus bisa menjadi agen layanan keuangan tanpa kantor dalam rangka keuangan inklusif (laku pandai). Syaratnya, infrastruktur dan jaringan bank penyelenggara harus memadai.

Sebab, laku pandai punya tujuan yang sama dengan LKD, yakni meningkatkan inklusi keuangan dan memudahkan transaksi tanpa harus datang ke bank.

Bedanya, LKD lebih mengandalkan uang elektronik, sedangkan laku pandai menekankan pembukaan rekening dan tabungan atau basic saving account.

Selain itu, LKD merupakan program BI, sedangkan laku pandai diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Corporate Secretary PT BPD Jatim Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha mengakui, pihaknya segera menyelenggarakan branchless banking melalui laku pandai.

Peluncurannya dilakukan akhir September di Banyuwangi. Meski begitu, Ferdi enggan menjelaskan jumlah agen dan nilai investasi untuk menyelenggarakan layanan perbankan nircabang tersebut. (rin/c5/noe/jos/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Punya Galangan Kapal, Samudera Indonesia tak Perlu Pesan ke Jepang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler