Bantuan Menumpuk, DPR Salahkan Pemprov

DPR Dorong Pembentukan Lembaga Profesional Tangani Bencana

Rabu, 07 Oktober 2009 – 19:16 WIB

JAKARTA - Kekecewaan terhadap Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menangani korban gempa bumi di Sumbar, tidak saja datang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung Wibowo pun menyatakan hal sama

BACA JUGA: Asrama JCH Sumbar, Bengkulu dan Jambi Kena Gempa

Jika kekecewaan Presiden SBY bersumber dari usulan skala prioritas penanganan yang lebih mengutamakan pembangunan infrastruktur dan mengabaikan sisi penyelamatan korban, maka Pramono menyesalkan lambannya pemerintah daerah mendistribusikan bantuan yang saat ini menumpuk di Kota Padang.

"Kondisi para korban sudah sangat memperihatinkan
Ini perlu penanganan yang maksimal, terutama pendistribusian obat dan makanan

BACA JUGA: Polisi Bantah Ada Pergerakan di Perbatasan

Tapi hingga kemarin (Selasa, 7/10) soal pendistribusian saja belum menemukan format yang efisien dan efektif
Akibatnya di perbagai tempat terjadi keributan karena masyarakat merasa tidak diurus secara baik," kata Pramono, usai jumpa pers Pimpinan DPR dengan wartawan di DPR, Rabu (7/10)

BACA JUGA: Bila Perppu Ditolak, Tumpak cs Tetap Sah

Sekedar diketahui, Pramono bersama pimpinan DPR yang lain sudah mengunjungi lokasi gempa.

Selain lamban dalam mendistribusikan makanan dan obat-obatan, Wakil Ketua DPR dari Partai PDI-Perjuangan itu juga mengkritisi kinerja Pemda yang hingga kini belum juga memberikan usulan kepada Pemerintah Pusat terkait status bencana gempa bumi yang mengguncang Ranah Minang pada Rabu (30/9) itu"Pemerintah daerah harus mengkaji ini dengan segeraDan DPR pasti siap mendukung hasil investigasi pemda tersebutSepanjang hal tersebut tidak dilakukan pemda, maka sulit bagi DPR untuk mendesak pemerintah," tegasnya.

Ketika ditanya, apakah kehadiran Pimpinan DPR di Padang juga disambut oleh Gubernur Gamawan Fauzi dan Muspida seperti halnya kedatangan Presiden, Wakil Presiden dan Wakil Presiden terpilih Boediono? Pramono menegaskan bahwa hal tersebut sama sekali tidak kami inginkan"Selaku pimpinan DPR kami sadar betul bahwa Gubernur dan Muspida jauh lebih berarti berada di tengah-tengah masyarakat ketimbang menunggu kamiDan saya pribadi, begitu mendarat sama sekali tidak memperhatikan Muspida, karena itu tidak substantif," tegasnya.

Selama berada di lokasi bencana, Pramono juga tidak menemukan satu posko yang juga sangat penting dalam penanaganan pasca-bencana"Saya tidak melihat adanya Pusat Trauma Center untuk memulihkan kondisi psikis para korbanbaik untuk anak-anak maupun orang dewasaPadahal ini penting agar mereka itu cepat pulih secara kejiwaan dan pada saatnya para korban itu akan memperbaiki dirinya secara mandiri," imbuhnya.

Menjawab pertanyaan langkah-langkah strategis apa yang akan diambil oleh DPR terkait hampir seluruh wilayah Indonesia ini ternyata rawan bencana alam, Pramono berjanji akan mendorong institusi DPR untuk membangun sebuah lembaga yang profesional dan benar-benar siap dalam waktu 24 jam diterjunkan ke pusat-pusat bencana sebagai relawan yang memang punya keterampilan dengan standarisasi internasional.

"Ini harus kita putus dalam waktu dekat agar ke depan bangsa ini tidak lagi kaget-kaget ketika bencana alam terjadiTerutama untuk penanganan pasca bencana berikut dengan teknologi deteksi dini bencana alam," pungkas Pramono Anung Wibowo(fas/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polri: MAKI Tak Punya Hak Menggugat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler