Banyak Anak Kampung Tua Minta Diakomodir di Sekolah Negeri Terdekat

Minggu, 14 Juli 2019 – 03:30 WIB
Calon siswa didampingi orangtuanya antre saat mendaftar PPDB gelombang kedua di SMAN 3 Batam, Selasa (9/7/2019). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos/jpg

jpnn.com, BATAM - Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menjadi polemik antara wali murid dan sekolah. Di antara wali murid, masih ada yang terus berupaya agar anaknya diterima di sekolah negeri. Seperti, di SMAN 17 Batam yang berada di Kelurahan Seipelunggut, Kecamatan Sagulung.

SMAN yang tak jauh dengan Kampung Tua Dapur 12, Sagulung ini saat pendaftaran reguler lalu, banyak murid dari kampung tua tersebut yang tidak masuk dalam zonasi karena jaraknya sudah lebih dari 230 meter sesuai sistem map zonasi.

BACA JUGA: PPDB Sistem Zonasi: Banyak Kursi Kosong di Sejumlah SMPN

"Sebenarnya sekolah kita ini tak jauh dengan kampung tua. Tapi di dalam sistem, anak dari sana tidak bisa terakomodir, ini yang menjadi dilema wali murid, karena dari segi ekonomi tak memungkinkan sekolah di swasta," kata Kepala SMAN 17 Batam, Tapi Winanti.

BACA JUGA: Pecahkan Kaca Mobil Tahanan, Terdakwa Kasus Narkoba Melarikan Diri

BACA JUGA: Usia Calon Siswa Melewati Batas Maksimal Tetap Bisa Mendaftar PPDB, tetapi Ada Syaratnya

Dia menambahkan, dari Kampung Tua Dapur 12 Sagulung, terdapat puluhan siswa yang belum terakomodir dan hingga kini wali murid masih menunggu informasi perihal kebijakan penambahan rombongan belajar (rombel) dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

"Jadi tidak mungkin anak dari Kampung Tua tidak kita terima. Hanya saja masih menunggu gelombang ketiga. Nanti akan diusahakan kita terima semuanya," ucapnya.

BACA JUGA: Kemendikbud: Usia 15 Tahun 15 Hari Bisa Diterima di SMP Negeri

Dia juga mengatakan, jarak sekolah dan area permukiman yang padat penduduk di wilayah Seipelunggut memang cukup menyulitkan pihak sekolah untuk mengakomodir calon siswa dari kampung tua tersebut.

BACA JUGA: Sempat Tertinggal, PSM Akhirnya Taklukkan Bhayangkara FC

Namun, setelah dilihat dari latar belakang wali murid calon siswa, rata-rata masih menengah ke bawah dan kemungkinan ada keterbasan fasilitas.

"Saya ini orang tua, tahu rasanya keluh kesah orangtua yang ingin menyekolahkan anaknya. Artinya jangan sampai anak tidak mengenyam pendidikan jenjang SMA," pungkasnya.(gas/eja)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Anak Jalur Prestasi Kena Imbas Penambahan Kuota PPDB Sistem Zonasi


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler