BACA JUGA: Kalteng akan Bangun PLTA dan PLTG
"Salah satu temuan kami adalah banyak SKPD yang tidak legowo menyerahkan perizinan yang dikelolanya kepada lembaga pelayanan terpadu satu pintu," ujar Wakil Ketua KPK M Jasin kepada sejumlah wartawan di Palangka Raya Kamis lalu.Jasin mengutarakan, selama beberapa hari terakhir telah berkunjung ke sejumlah daerah di Kalteng untuk mengevaluasi pelaksanaan tatakelola pemerintahan yang baik, khususnya dalam hal pelayanan publik
BACA JUGA: 2012 Tarakan Punya Bandara Modern
”Ego sektoral semacam itu semakin kental khususnya pada sejumlah instansi vertikal yang ada di daerah sehingga pelayanan publik menjadi panjang dan berbelit-belit,” ucapnya, turut diamini Gubenur Kalteng Agustin Teras Narang
BACA JUGA: DPRD Kukar Tunggu Mendagri
Oleh karena itu ia berharap SKPD di Kalteng bisa meniru pelayanan di daerah lainTemuan lain KPK, tutur Jasin, adalah persepsi masyarakat tentang kualitas layanan publik yang masih berbeda antara perkotaan dengan pedalaman sesuai dengan tingkat kekritisan dan pendidikan warga setempat."Di perkotaan, seperti Palangkaraya, walau pemda sudah bekerja dengan bagus, selalu dibilang kurang dan tidak sesuai harapanBerbeda dengan pedalaman seperti di Kuala Kurun, atau di daerah kabupaten lainnya di Provinsi Kalteng," katanya.Menurut dia, evaluasi terhadap pelayanan publik dan pelaksanaan tatakelola pemerintahan yang baik akan terus dilakukan berkalaSecara umum, Jasin menilai, terdapat perbedaan kemampuan antarpemerintah daerah di Kalteng dalam melaksanakan tatakelola pemerintahanAntara perkotaan dengan daerah pemekaran terjadi kesenjangan"Banyak terjadi kesenjanganIni kami pahami dan kami sebut dengan perbedaan, karena tidak bisa dipaksakan antara wilayah kota yang dinamis dengan pedalaman yang baru tumbuh," pungkasnya(ga)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Ratusan Miliar Menguap untuk Pemekaran
Redaktur : Auri Jaya