Bea Cukai Kunjungi Pelaku Usaha di Tiga Daerah Ini untuk Gali Potensi Ekspor

Rabu, 29 September 2021 – 20:08 WIB

jpnn.com, JAKARTA - Bea Cukai kembali mengunjungi para pelaku usaha untuk melakukan asistensi di berbagai daerah agar bisa menggali potensi ekspor komoditas.

Adapun kunjungan itu dilakukan di tiga daerah, yakni Bitung, Ambon, dan Gresik.

BACA JUGA: Bea Cukai dan Polri Gagalkan Penyelundupan Narkotika dari Afrika Selatan

"Giat ini merupakan tindak lanjut dari Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan sebelumnya di Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado," ungkap Kepala Kantor Bea Cukai Bitung, Agung Riandar Kurnianto dalam siaran persnya.

Menggandeng Balai Karantina Pertanian Kelas I Manado dan Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Utara, Bea Cukai Bitung menggali potensi ekspor tanaman Stevia (Stevia rebaudiana) di PT Bejana Kasih Sempurna, Tomohon.

BACA JUGA: Bea Cukai Masifkan Kampanye Gempur Rokok Ilegal

Menurut Agung giat itu dilanjutkan untuk pemantauan lahan dan proses bisnis pengolahan tanaman Stevia.

Sebab, tanaman itu bisa diolah mulai dari bunga hingg, daun hingga batangnya.

BACA JUGA: Bea Cukai dan Bupati Semarang Siap Berkolaborasi Memajukan UMKM

"Setiap panen potensinya sampai dengan empat ton, dengan hitungan tiap peti kemas berukuran 20 feet sebanyak tiga ton Stevia,” kata Agung.

Agung menjelaskan Bea Cukai Bitung siap memberikan asistensi dan menjamin seluruh pengurusan ekspor tidak dipungut biaya apapun.

Agung juga memohon dukungan dari PT Bejana Kasih Sempurna untuk mendukung Zona Integritas Bea Cukai Bitung dengan tidak memberikan gratifikasi dalam bentuk apapun.

Sebab, hal itu bisa mencederai komitmen bersama yang telah dibangun.

Sementara itu dari daerah Ambon, Bea Cukai melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi kebun Pala di Pulau Banda Besar dan Pulau Hatta.

Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, Saut Mulia mengatakan Pulau Banda Besar adalah penghasil pala terbesar di Indonesia dengan kualitas terbaiknya.

Sementara itu di pulau Hatta juga terdapat banyak kebun pala dengan ciri khas tersendiri yaitu padat berisi karena tanahnya cenderung tidak basah seperti Banda Besar.

Menurut Saut, biji pala, pully maupun hasil turunannya sendiri memiliki potensi ekspor yang besar

“Pala Banda sebagai kekayaan Maluku dan kejayaan Indonesia,” ujar Saut.

Kunjungan juga dilakukan ke PT Kamboti guna meninjau kembali kesiapan ekspor komoditas biji Pala.

“Dilaksanakannya peninjauan secara bertahap ini diharapkan bisa melihat progres yang disiapkan untuk ekspor pala,” tambah Saut.

Selain itu, asistensi ekspor turut dilakukan Bea Cukai Gresik yang kembali menggali potensi ekspor di Desa Sidoraharjo.

Pasalnya, wilayah itu memiliki potensi ekspor komoditas kunyit kering dan Empon Empon.

Kegiatan itu merupakan kolaborasi Bea Cukai Gresik dan Bupati Gresik sejalan dengan komitmen pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Kepala Kantor Bea Cukai Gresik, Bier Budy Kismulyanto menyampaikan tata laksana ekspor, kegiatan asistensi klinik ekspor dan potensial buyer luar negeri.

Disamping itu, Bea Cukai Gresik juga turut menjalin komunikasi dengan Atase Perdagangan Indonesia pada India.

“Berdasarkan data yang dimiliki, India merupakan negara importir rempah yang cukup tinggi,” ungkap Budy. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Operasi di Kudus, Bea Cukai Amankan Truk Pengangkut 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Dedi Sofian, Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler