Bebas, Mantan Bupati Ogan Ilir Prioritas Menikah Dulu, Baru…

Kamis, 15 September 2016 – 09:43 WIB
Mantan Bupati Ogan Ilir, A Wazir Noviadi. Foto: dok. JPNN

jpnn.com - PALEMBANG - Mantan Bupati Ogan Ilir, A Wazir Noviadi alias Ofi, kelar menjalani masa hukuman rehabilitasi selama enam bulan baik di Lido, Jabar maupun RS Ernaldi Bahar, Selasa (13/9). Ofi pun memilih langsung pulang ke kediaman orang tuanya, Rabu (14/9). 

"Ini masih pakai baju dari RS Ernaldi," ujar Ofi seperti diberitakan Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group) hari ini (15/9).

BACA JUGA: Polisi Akhirnya Tetapkan Dua Korporasi Jadi Tersangka Karhutla

Sedangkan di teras samping rumah pribadi ayah Ofi, Mawardi Yahya, mantan Bupati OI dua periode itu tampak berkumpul bersama keluarga. Juga sahabat dan para pendukung setia Ofi. Mereka ini sudah sejak pagi menunggu kedatangan pria 28 tahun itu. 

"Lagi kumpul keluarga. Syukuran kecil-kecilan. Ya, menyambut kedatangan Ofi," ujar Dhabi ramah. 

BACA JUGA: Ini Kabar Baik untuk Anggota Dewan

Ofi tersenyum ramah. "Ayo..makanlah dulu. Wawancara gampang. Santai bae," katanya menyilakan. 

Selang beberapa menit kemudian muncul ayahnya Mawardi Yahya. Dia juga dengan ramah menawari makan siang. "Alhamdulillah, Ofi sudah balek," tuturnya ramah sambil menyilakan wartawan koran ini wawancara dengan Ofi. "Dengan Ovi bae," ujarnya lagi. 

BACA JUGA: Kepri Bisa Menjaring Yachters Dunia Lewat Festival Bahari dan Sail Karimata

Mawardi sempat guyon dengan para keluarga dan tamu lainnya saat ditanyakan apakah ingin mencalon sebagai gubernur atau tidak. "Kalau aku nee mau aja. Cuma umur aku lah tua. Yang muda aja,” katanya terkekeh. 

"Ayo..wawancaralah dengan Ofi," ujarnya seolah mengakhiri gurauannya. 

Ofi tiba di kediamannya sekitar pukul 12.00 Wib. Menggunakan mobil Landcruiser Deffender putih, BG 88 Vi. Sambil sesekali menghisab sebatang rokok, Ovi masih terlihat sangat lelah. Sesekali ia membersihkan keringat yang mengucur di wajah putihnya.

Ia tak henti-henti mengucapkan rasa syukur karena bisa bebas. Kembali berkumpul dengan keluarga dan sahabatnya. "Alhamdullilah saya baik, alhamdullilah saya sehat dan bisa kembali ke rumah serta bisa berkumpul dengan keluarga," ujarnya. 

Dia lantas menceritakan bagaimana perasaan selama menjalani rehabilitasi hingga keluar. "Ada rasa tertekan saat menjalani rehab. Namanya saja cobaan. Ya, manusiawi," ujarnya. 

Selama enam bulan, menurut Ofi, dia menjalani rutinitas seperti olahraga dan bersosialisasi. "Mungkin ke depan saya akan buka rehabilitasi swata," kata pria kelahiran 1988 ini, sambil tertawa.  

Menurut Ofi, dirinya belum memikirkan apa yang akan dilakukan ke depan. Terpenting sekarang baginya, adalah menjalankan aktivitas baru. Mengelola kembali usaha yang selama ini tak diurusnya secara fokus selama menjadi bupati OI dan rehabilitasi. 

"Saya mau silaturahmi dulu dengan keluarga. Kembali bersosialisasi, olahraga dan menjalankan usaha yang sudah ada," ucapnya. Salah satu usaha yang akan diurusnya adalah  transportasi. "Saya juga ketua Karang Taruna OI. Mau diurus dulu," ungkapnya. 

"Ini nah banyak jugo undangan pernikahan. Mungkin aku datangi sikok-sikok. Agek nikah aku, wong dak galak dateng," kata Ovi terkekeh. Ovi memang berencana menikah dalam waktu dekat. "Rencana (nikah) yang tertunda," tambahnya lagi. 

Sebelum ditangkap anggota Badan Narkotika Nasional (BNN), Ofi sudah merencanakan pernikahan dengan Anggita. Bahkan disebut-sebut undangan pernikahan telah disebar. Tersiar juga isu mereka melangsungkan akan nikah di Lido, Bogor. 

"Belum aku ni nikah. Isu-isu aja. Ini baru nak datang lagi ke keluargonya. Cuma masih mau gak dia sama aku. Jadi mohon doa restunya aja,” tutur Ofi. 

Menurut Ofi, dirinya akan melepas masa lajang di Palembang. Termasuk sudah merancang konsep pernikahan nanti dan rencana bulan madunya. 

"Saya sangat rindu. Seperti orang normal berpacaran. Ya, enam bulan tidak ketemu. Jadi, pengen nikah, segera mungkin. Konsepnya biasa aja. Yang penting sah. Bulan madu sekalian liburan," tambahnya lagi. 

Selama di Lido, Bogor, menurut Ofi, pacarnya (Anggita Moran) pernah datang menjenguk. Tepatnya saat Idul Fitri. "Syok pasti ya, tapi itu manusiawi. Dan ini menjadi langkah untuk menjadi manusia hebat dan besar ke depan. Tidak ada kata trauma," bebernya.  

Ofi lantas menceritakan dirinya juga punya hobi baru yakni olahraga tenis meja. "Olahraga itu sudah lama saya sukai. Hanya saja tidak ada alat dan lawan. Saat rehab, alat dan lawan ada, jadi bisa dikatakan itu hobby baru saya," ucapnya sambil tersenyum. 

Bagaimana dengan roda pemerintahan yang dijalankan oleh Plt Bupati OI Ilyas Pandji Alam? Kata Ofi, dirinya hanya berharap Ilyas bisa menjalankannya dengan baik. Terpenting ekonomi masyarakat OI bisa tumbuh dan warga mendapat pelayanan maksimal. 

"Saya doakan yang terbaik untuk OI," tuturnya dengan suara melema. Bagi Ovi, semua kejadian yang dia alami merupakan pelajaran hidup yang sangat berharga. "Untuk saya, ya ambil positifnya saja. Ini jadi pelajaran hidup dan akan menjalankan hidup ini lebih baik lagi ke depannya."

Soal PTUN, Ofi juga enggan berkomentar terlalu jauh. "Saya ikuti saja proses hukum yang ada. Sekarang step by step menikmati kebebasan dulu," ungkapnya. Ofi juga minta maaf kepada seluruh masyarakat OI. "Ini murni kesalahan saya. Saya minta maaf," tandasnya.

Dhabi K Gumayra SH, penasihat hukum Ofi menambahkan bahwa pihaknya mengikuti proses hukum PTUN yang sekarang masih berjalan. "Satu persatu persoalan selesai. Ofi siap kembali melaksanakan agenda - agenda yang ada. Melanjutkan usaha transportasi yang sudah ada," katanya. 

Lanjut Dhabi, pihaknya mengikuti proses hukum yang ada. "Kita tidak bisa berandai - andai. Jadi ikuti proses hukum yang ada," pungkasnya. Dhabi juga sempat menegaskan kalau status Ovi sekarang bukan mantan Bupati OI. Melainkan Bupati Non Aktif.(way/wly/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Demi e-KTP, Terpaksa Membolos Sekolah untuk Antre


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler