Belum Bersuami, Napi Cantik Lahirkan Bayi Laki-laki

Minggu, 03 Agustus 2014 – 08:03 WIB

jpnn.com - SIBOLGA - Narapidana perempuan berparas cantik di Lapas Sibolga, Sumatera Utara, melahirkan seorang bayi laki-laki di rumah salah seorang bidan di Jalan Jend Sudirman, Kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kamis (31/7).

Perempuan berinisial BS (19) itu berstatus belum menikah. Dia baru 8 bulan menjalani masa hukuman. Tapi dia berhasil melahirkan bayinya secara normal dan selamat dengan berat 2,2 kg.

BACA JUGA: Ajibarang-Prupuk Tembus 12 Jam

Dari informasi yang dihimpun, karena berat bayinya yang hanya 2,2 kg dengan kondisi badan membiru, pihak bidan kemudian merujuknya ke RSU Dr FL Tobing Sibolga. Hal tersebut dibenarkan sopir ambulance Polsuspas Lapas Sibolga yang tak ingin namanya disebutkan saat ditemui di rumah sakit, Sabtu (2/8).

Diterangkan sumber itu, pada Rabu (30/7) sekira pukul 20.00 WIB karena sudah waktunya melahirkan, pihak Lapas kemudian melarikan BS ke RSUD Pandan, Tapteng. Namun, karena masih dalam suasana Lebaran, pihak rumah sakit menolak dengan alasan tidak ada dokter jaga.

BACA JUGA: Menumpuk, Pantura Sempat Lumpuh

“Awalnya kami coba membawanya ke RSUD Pandan, tapi karena masih suasana Lebaran, katanya tidak ada dokter,” kata sopir itu.

Mereka kemudian membawa BS ke RSU Dr FL Tobing Sibolga agar segera mendapat pertolongan. Tapi, lagi-lagi pihak rumah sakit itu menolak dengan alasan yang sama.

BACA JUGA: Penerapan Biaya Nikah Memberatkan Masyarakat

Tidak putus asa, kemudian timbul niat mereka mendatangi rumah salah seorang bidan di Jalan Jend Sudirman Sibolga. “Kebetulan suami bidan itu saya kenal. Makanya kami usulkan untuk dibawa ke sana,” terangnya.

Saat proses persalainan di rumah bidan itu, butuh dua orang bidan untuk membantunya. Lalu, pada Kamis (31/7) sekira pukul 04.00 WIB bayi itu berhasil lahir dengan selamat. Namun, karena kondisinya yang cukup memprihatinkan, bidan kemudian menyarankan untuk segera dibawa ke RSU Dr FL Tobing Sibolga, agar dapat dirawat di inkubator.

“Kata bidannya bayinya kurang gizi, jadi kondisinya membiru dan kurang sehat. Makanya diusulkan dirujuk ke rumah sakit untuk di-inkubator. Sementara ibunya tetap tinggal di rumah bidan itu,” jelasnya.

Karena kondisinya sudah mulai membaik, mereka ingin menjemput bayi tersebut untuk dibawa ke Lapas. “Kata bidan sudah baikan, jadi kami mau menjemput si bayi untuk dibawa ke lapas,” bebernya.

Dia juga menyebutkan bahwa BS tak penah menikah setelah masuk penjara. "Tidak tahu siapa suaminya. Dia tak pernah menikah selama di Lapas," ungkapnya lagi.

BS yang dikonfirmasi di ruang perawatan inkubator RSU Dr FL Tobing Sibolga, tidak banyak bicara. Hanya ia mengaku tidak tahu kalau dirinya sedang hamil saat ditangkap petugas kepolisian. Dia juga tidak mau memberitahu siapa ayah biologis bayi mungilnya itu, termasuk soal siapa namanya nanti.

“Aku tidak tahu kalau lagi hamil,” jawab BS singkat sambil mengaku dirinya divonis hakim PN Sibolga selama 1 tahun penjara dalam kasus narkoba.

Sementara itu, petugas Lapas yang mengawal persalinan BS, Navi Tarigan dan Frengky Situmeang, membenarkan kejadian persalinan itu. Soal biaya bersalin warga binaan tersebut akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak Lapas. “Lapas yang menanggung semua biaya bersalinnya,” ucap keduanya.

Untuk perawatan selanjutnya, kata Navi, akan dilakukan di klinik Lapas dengan dibantu oleh medis. “Untuk sementara, BS tinggal di klinik dulu untuk merawat bayinya, nanti dibantu para petugas lapas dan petugas medis,” tandasnya.

Sekira pukul 11.30 WIB petugas lapas kemudian membawa BS dan bayinya ke Lapas Sibolga dengan menggunakan mobil ambulance Polsuspas.

Ditangkap di Kos

BS sendiri merupakan warga Panipahan, Rokan Hilir, Kepulauan Riau ini diringkus aparat Sat Narkoba Polres Sibolga dari kos-kosannya di Jalan Sutomo, Kelurahan Simaremare, Kecamatan Sibolga Utara, Kamis tanggal 5 Desember 2013 lalu.

Perempuan yang masih single itu ditangkap dengan barang bukti satu buah kotak berisi alat hisap sabu yang ditemukan dari balik lemari pakaiannya. Dia digerebek petugas dalam keadaan baru bangun tidur dan sempat berdalih mencoba mengelabui polisi soal temuan barang bukti itu.

Dari keterangannya kepada petugas, sabu itu diperolehnya dari temannya berinisial ZN, warga Simaremare, Sibolga yang datang ke kosannya. ZN datang menumpang tempat memakai sabu di kamar BS. Tapi BS malah ikut menggunakan barang haram tersebut.

BS sendiri mengaku saat itu baru 2 tahun menggunakan sabu. Sedangkan orangtuanya berada di Rokan Hilir.

Sebelumnya, ia merupakan salah seorang pelajar di salah satu SMA di Berastagi, Tanah Karo. Akibat salah pergaulan, BS memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolahnya dan datang ke Sibolga, lalu bekerja sebagai penyanyi di salah satu tempat karaoke di daerah Sarudik, Tapteng.

Katanya, ia baru mengenal sabu setelah berada di Sibolga. Awalnya, karena terpengaruh teman dan cuma mau coba-coba. Ketika ditanya tujuannya mengkonsumsi narkoba, BS saat itu mengaku hanya untuk keren-kerenan saja. (ts)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lagi, Miras Oplosan Renggut 4 Nyawa


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler