Benar-Benar Senin yang Melegakan

Selasa, 14 Oktober 2008 – 09:21 WIB
DUA jam kemarin pagi adalah dua jam yang paling menegangkan bagi siapa pun yang tidak menginginkan Indonesia terseret dalam krisis keuangan duniaSenin kemarin menjadi hari yang penuh harap-harap cemas, karena merupakan hari kerja pertama setelah libur lima hari (bagi bursa saham) dan libur dua hari bagi bank nasional.

Sejak malam sebelumnya, dua pertanyaan besar terus mencemaskan: 1)

BACA JUGA: Saatnya Indonesia Nyalip di Tikungan

Apakah ketika bank mulai buka pada pukul 08.00 terjadi rush atau tidak? 2)
Ketika bursa saham mulai buka, terjadi kemerosotan indeks secara drastis atau tidak?

Kalau saja terjadi rush, kacaulah perekonomian kita

BACA JUGA: Lantaran Reruntuhan Wall Street Menimpa Main Street

Demikian juga, kalau terjadi guncangan besar di lantai bursa, paniklah kita.

Dua-duanya sangat melegakan
Begitu melewati pukul 10.00 WIB kemarin semua orang seperti bernapas panjang -lega

BACA JUGA: Saya Harus Mudik ke Mana Ya?

Semua bank aman dari gejala rushLantai bursa juga hanya turun beberapa puluh poin, lalu menguat di sore hari dan ditutup dengan posisi positif.

Pasar saham dan pasar Tanah Abang ternyata tidak perlu harus dikorbankan salah satunya.

Kita harus berterima kasih atas kesigapan dan keseriusan pemerintah menjaga perekonomian dari imbas krisis di AmerikaSaya dengar tim ekonomi, termasuk tim pasar modal, harus sudah bekerja pukul lima pagi dan baru pulang tengah malamTapi, memang itulah yang harus dikerjakan agar selamat dari badai.

Bahkan, penjaminan terhadap bank jauh melebihi yang diinginkan banyak orangSaya hanya mengusulkan bahwa yang penting adaIni pun sekadar untuk menenteramkan masyarakatSebab, jaminan itu pada kenyataannya tidak akan dipakaiPara pengusaha memang minta jaminan sampai Rp 1 miliarMenurut saya, itu sudah sangat tinggiPemerintah ternyata justru menjamin sampai Rp 2 miliarSekali lagi, Rp 1 miliar atau Rp 10 miliar toh hanya jaminanDi sini pemerintah sangat "cerdas" menyikapinya.

Setelah aman dari bahaya rush, perbankan memang masih perlu satu senjata lagi: likuiditasKini saatnya bank perlu diberi pinjamanTentu pinjaman yang sifatnya hanya untuk menggantikan sumber dana "satu malam"Dana "satu malam" itu biasanya mereka atasi sendiri dengan apa yang disebut "pinjaman antarbank"Setiap sore bank selalu tutup bukuDari sini akan diketahui mana bank yang "kalah kliring" dan mana yang "surplus"Yang kalah kliring biasanya meminjam uang ke bank yang surplus

Kini, dalam keadaan krisis dunia, semua bank hanya memikirkan dirinya sendiriBukan hanya bank, setiap perusahaan harus mengambil sikap aman untuk dirinya sendiri duluBahkan, perorangan pun akan mengambil sikap serupaMaka dalam situasi seperti ini sama sekali jangan berusaha mencari pinjamanSemua orang, semua pihak "mengunci" pintu masing-masing.

Sampai kapan? Sampai rasa saling percaya itu tumbuh kembaliSelama masa saling tidak percaya itulah pemerintah diminta menjadi "terminal terakhir"Di bidang ini pun langkah pemerintah sangat memuaskan.

Di bidang bursa, ada dua kiat penting yang dilakukan otoritas bursaMenjelang dibuka kemarin, apa yang selama ini disebut "pre opening market" ditiadakanKapan diperbolehkan lagi masih belum diputuskanMasih harus menunggu situasi menjadi stabil dulu

Pre opening market itu memang bisa mengguncangkanWaktu pre opening market hanya sekitar lima menit sebelum bursa dibukaDi situlah dilakukan negosiasi pembelian dan penjualan secara blok (pembelian saham dalam jumlah besar)Pelakunya biasanya para broker saham, baik yang terafiliasi dengan emiten maupun tidak.

Kelemahan pre opening market adalah tidak terbukanya harga saham, justru sebelum pasar dibuka.

Langkah kedua yang juga hebat adalah ditindaknya pelaku short selling yang gagal serah atau gagal bayarShort selling dalam praktiknya adalah menjual saham di pagi hari lalu membelinya kembali di sore hariAtau sebaliknyaPraktik itu sendiri sampai sekarang secara legal masih sah, tapi akan menjadi pelanggaran kalau ternyata pelakunya gagal menyerahkan saham atau gagal membayar.

Senin kemarin benar-benar hari yang melegakan dan memberi harapan(*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalau Langit Masih Kurang Tinggi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler