Dokter Gadungan

Bikin 33 Orang Tertular HIV, Tetap Dianggap Malaikat

Kamis, 08 Februari 2018 – 20:13 WIB
Jarum suntik. Foto: Alami

jpnn.com, INDIA - Seorang dokter gadungan membawa bencana bagi warga Unnao, Uttar Pradesh, India. Puluhan orang terinfeksi HIV lantaran sang dokter menggunakan satu jarum suntik untuk mengobati semua pasiennya. Anehnya, sebagian korban malah menganggap pria bernama Rajesh Yadav itu sebagai malaikat

Setidaknya setahun, Yadav berkeliling dari desa ke desa menjajakan pengobatan ajaib dengan tarif hanya Rs 10 atau sekitar Rp 2.100 saja.

BACA JUGA: Pemerkosaan Bayi 8 Bulan Picu Kemarahan Warga India

Sehari dia bisa melayani 50 pasien, semua disuntik menggunakan jarum yang sama. Dia hanya mencuci jarum tersebut dengan air setiap habis menyuntik.

Namun, pada November tahun lalu pemerintah setempat mencium gelagat tak beres setelah muncul laporan meningkatnya kasus HIV positif. Penyelidikan lebih lanjut menemukan banyak dari penderita merupakan pasien Rajesh Yadav.

BACA JUGA: Bayi 8 Bulan Diperkosa Saudara Sendiri

Pemerintah pun melakukan tes HIV terhadap 566 orang yang pernah disuntik dokter gadungan itu. Hasilnya, sebanyak 33 orang positif tertular HIV.

Kini, Yadav jadi buronan polisi atas tuduhan upaya pembunuhan dan kelalaian yang berakibat pada menyebarnya penyakit.

BACA JUGA: Jokowi: ASEAN-India Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kawasan

Uniknya, ada korban yang tidak marah sedikitpun pada dokter gadungan tersebut. Pasalnya, Yadav adalah satu-satunya orang yang memberi mereka pengobatan dengan harga murah.

Seorang pria berusia 67 tahun dan istrinya berusia 62 tahun positif tertular HIV malah protes mengapa orang-orang mau menangkap Yadav dan memperlakukan dia seperti penjahat.

"Kami tidak memiliki keluhan terhadapnya. Dia memberikan obat yang sangat murah dan keluhan saya hilang seketika. Obat yang diresepkan oleh dokter pemerintah harganya mahal Rp 20 ribu sampai Rp 100 ribu, dengan Yadav saya hanya membayar harga Rp 2.000 dan obatnya juga membuat kami bisa beristirahat," ujar pria tua tersebut.

Cucu laki-lakinya yang berusia 11 tahun, juga terinfeksi HIV positif dan telah berhenti sekolah, sebab harus memulai perawatan intensif anti retroviral therapy (ART) di Kanpur.

"Perawatan intensif itu membuatnya mual sehingga dia harus berhenti sekolah. Dia demam beberapa bulan yang lalu jadi kami membawanya ke dokter Yadav, yang memberinya suntikan dan kami hanya membayar seperti biasa Rp 2.000,’’ kata pria tua tersebut.

Seorang penduduk lain yang terinfeksi HIV akibat suntikan murah itu berprofesi sebagai pekerja upah harian berusia 35 tahun.

"Tidak ada orang di desa ini yang tidak disuntik oleh Yadav pada tahun terakhir ini, semua orang di desa ini pernah berobat padanya,’’ ujarnya.

Banyak dari korban yang menyebut Yadav sebagai 'malaikat'. "Dia seperti malaikat bagi kita. Pengobatannya murah dan menyembuhkan, suntikannya seperti memberikan gelombang energi. Sedikitnya 50 sampai 100 pasien mengantre padanya setiap hari," kata seorang penduduk. (ina/ce1/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Temui PM India, Jokowi Singgung Kenaikan Tarif Bea Masuk


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
dokter gadungan   India   HIV  

Terpopuler