Bisnis Wealth Management Terdongkrak Amnesti Pajak

Selasa, 07 Februari 2017 – 01:52 WIB
Ilustrasi. Foto: JPNN

jpnn.com - jpnn.com - Bisnis wealth management perbankan makin terkerek dengan adanya program amnesti pajak.

Bank Mandiri merasakan adanya pertumbuhan dana kelolaan yang signifikan jika dibandingkan dengan sebelum adanya tax amnesty.

BACA JUGA: Mayoritas Dana Repatriasi Mengendap di Deposito

Vice President Wealth Management Group Bank Mandiri Beatrix Shanti Anugrah menyatakan, ada dua bisnis dalam wealth management.

Yakni, prioritas dan private. Keduanya disiapkan untuk membantu nasabah mengelola aset.

BACA JUGA: Bos Samsung Mengkritik, Bu SMI Tak Berkutik

Tercatat ada 48 ribu nasabah prioritas dengan saldo minimal Rp 1 miliar hingga Rp 20 miliar.

Sementara itu, nasabah private dengan dana di atas Rp 20 miliar mencapai 1.500.

BACA JUGA: Dorong Pajak Progresif Tanah demi Keadilan MBR

Masuknya Bank Mandiri sebagai bank BUMN ke bisnis wealth management menjadi daya tarik tersendiri.

”Kami membantu nasabah mengatur pertumbuhan aset,” tuturnya di sela-sela perayaan Mandiri Lunar New Year akhir pekan lalu.

Selama tax amnesty, banyak dana yang mendarat di Bank Mandiri.

Bank tersebut mencatat pertumbuhan dana kelolaan dari nasabah private 22 persen pada tahun lalu.

”Asumsi kami didukung dengan pertumbuhan yang signifikan bila dibandingkan dengan sebelum adanya tax amnesty,” tambahnya.

Namun, dana kelolaan sempat turun pada awal tahun ini.

”Sangat mungkin, ada yang memilih ditaruh di perusahaan atau di tempat lain,” tegasnya.

Meski demikian, dia optimistis pertumbuhan dana kelolaan naik signifikan setelah Maret.

Mayoritas nasabah wealth management lebih dulu menempatkan dana di produk investasi seperti pasar uang.

Sejauh ini produk investasi yang paling diminati adalah surat utang, baik obligasi negara maupun korporasi.

Namun, produk investasi lain tidak kalah diminati. Misalnya, reksa dana.

”Kami juga terbuka kalau mereka mau berinvestasi ke perusahaan properti,” ungkapnya. (res/c16/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggota Dewan Ribut Gara-Gara Pajak


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
pajak  

Terpopuler