BK DPR Jualan Furniture di Turki

Jumat, 26 November 2010 – 18:35 WIB

JAKARTA - Pimpinan rombongan plesiran delapan anggota Badan Kehormatan (BK) DPR ke Yunani, Nudirman Munir mengaku delegasinya berhasil menjual furniture senilai ratusan miliar rupiah kepada 17 perusahaan, saat transit di Turki.

”Saya heran, untuk ke Yunani kami hanya menggunakan anggaran Rp800 juta dimaki-maki, padahal kami berhasil mengandeng 17 pengusaha di Turki untuk membeli furniture Indonesia senilai ratusan miliar rupiah,” kata Nudirman, di press room DPR, gedung Nusantara III, Senayan Jakarta, Jumat (26/11).

Dia menilau hal itu sebagai keberhasilan meski tidak ada kaitannya dengan tujuan studi banding etika ke YunaniDia menyayangkan tidak ada media yang memberitakan 'keberhasilan' itu.

"Padahal keberhasilan dalam menjual furniture produk Indonesia itu sangat membantu produsen furniture

BACA JUGA: RUU Parpol Diketok Palu 17 Desember

Untuk itu masyarakat jangan lagi mempermasalahkan soal transit di Turki itu," harapnya.

Di tempat yang sama, peneliti Indonesian Coruption Watch (ICW), Febri Diansyah mempertanyakan dagangan furniture BK DPR di Turki
"Alasan mereka ke Yunani adalah studi banding soal etika

BACA JUGA: Ical dan Anas Redam Perpecahan

Tapi hari ini kita baru mendengar bahwa mereka ternyata benar membelok ke Turki untuk menjual furniture
Bukan menyaksikan tarian perut," kata Febri.

Karena tidak adanya keterangan resmi soal hasil kunker studi banding etika BK DPR ke Yunani itu, lanjutnya, maka sudah pada tempatnya publik menyoal keberadaannya di Turki.

"Studi banding etika ke Yunani itu hanya kedok untuk dapat anggaran plesiran

BACA JUGA: Soekarwo Siap Pimpin Alumni GMNI

Sementara yang mereka lakukan adalah dagangan furniture di TurkiFakta ini harus ditelusuri karena diduga kuat telah terjadi penyalahgunaan anggaran negara,” tegas Febri.

Sebelumnya, delapan anggota BK DPR pada 23-29 Oktober lalu ke Yunani dengan dalih belajar soal kode etikKepergian tersebut diributkan karena di sela-sela transit mereka di Turki, para anggota BK DPR itu meminta tari perut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia di Turki.

Ketua BK DPR Gayus Lumbuun menuding mereka menyalahgunakan studi banding ke YunaniKonflik pun berlanjut dengan permintaan mundur Gayus Lumbuun sebagai Ketua BK DPR(fas/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Uang Beredar di Pilkada 2010 Capai Rp14 T


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler