BK Juga ’Buru’ Nazaruddin

Kamis, 16 Juni 2011 – 06:43 WIB

JAKARTA - Mantan Bendahara Umum DPP PD M Nazaruddin tidak hanya diburu oleh Komisi Pemberantasan Kosupsi (KPK)Politisi PD yang duduk di Komisi VII DPR RI ini juga terancam dikenakan sanksi oleh Badan Kehormatan (BK) DPR RI, terutama dari aspek kehadirannya di parlemen.

“Memberi sanksi kepada anggota dewan yang absen dari beberapa sidang di DPR merupakan domain kita

BACA JUGA: Sanksi Buat Wa Ode Dianggap Terburu-buru

Dan kita akan pertanyakan itu, sejak Pak Nazar menghilang,” kata Wakil Ketua BK Nudirman Munir kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (15/6).

Menurut Nudirman, pihaknya pun sudah mengirimkan surat kepada kesetjenan DPR agar segera menyerahkan absensi anggota dewan ke BK
“Kami sudah tiga kali berkirim surat ke Setjen agar menyerahkan absensi tiap komisi ke BK

BACA JUGA: Golkar Tolak Setgab Bahas PT

Sayangnya, Setjen belum merespons itu,” ucapnya.

Nudirman pun menegaskan sanksi berat bagi Nazaruddin jika terbukti banyak bolos di berbagai agenda DPR, adalah akan dicopot dari keanggotaan DPR
“Sesuai dengan peraturan perundang-undangan, baik UU 27/2009 maupun peraturan tata tertib maupun tata beracara,  itu ditentukan enam kali persidangan paripurna dan atau komisi atau tiga bulan berturut-turut, maka bisa di PAW-kan

BACA JUGA: MK Kukuhkan Kemenangan Calon PAN di Bombana

Siapapun orangnya,” tegasnya.

BK juga hingga kini belum menerima surat izin berobat dari NazaruddinDiketahui, Nazarudin pergi ke Singapura diduga untuk berobat sejak 23 Mei 2011 laluBahkan, sebelum pergi dari Indonesia, sejak kasus korupsi Sekemenpora mencuat di publik, Nazar juga sudah sering absen di DPR.

Melihat keseriusan BK DPR itu, politisi Demokrat lainnya, Didi Irawadi Syamsudin,  mempersilahkan BK untuk mengusut absensi Nazaruddin“Silahkan saja, itu merupakan kewenangan BK,” ucapnya

Namun, Didi meminta agar BK tidak melakukan tebang pilihMenurutnya, masih banyak kasus lain yang justru belum diproses“BK jangan tebang pilih, kasus lama kan masih banyakDan saya berharap, siapapun yang dipanggil oleh BK juga harus bisa melakukan klarifikasi,” ujarnya.

Didi tetap berharap Nazaruddin segera pulang ke Indonesia“Selaku teman di partai, kami berharap Nazar segera pulangItu lebih baik daripada terus memuculkan spekulasi opini yang makin menyudutkan,” imbuhnya(dil)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Saatnya SBY Bersihkan Demokrat dan Kabinet


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler