Bonek Lempari KA Agro Anggrek

Selasa, 25 Januari 2011 – 00:40 WIB
JAKARTA — Kereta Api Agro Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya, Senin (24/1) mendapat teror hujan batu di sekitar wilayah LamonganSaat dihubungi wartawan, Kepala Humas PT Kereta Api, Daerah Operasi VIII, Surabaya, Sri Winarto, membenarkan kejadian tersebut.

Sri pun mengungkapkan aksi tersebut masih terkait aksi anarkis oknum masyarakat untuk membalas aksi serupa dari oknum suporter sepakbola ‘Bonek’

BACA JUGA: Pembangunan Jalan TAA Dipaksakan

Kejadian disebutkan berlangsung di sekitar perlintasan Kereta Api Lamongan-Babat.

"Benar ada kejadian tersebut
Ini merupakan aksi balas dendam atas aksi Bonek pada Kamis pekan lalu yang melempari rumah warga

BACA JUGA: DPD Ajak KPK Sedilki Kasus Nunukan

Dari aksi tidak terpuji oknum Bonek itu, beberapa warga memang sempat dilaporkan mengalami luka-luka
Jadi kejadian tadi aksi balas dendam,’’ kata Sri.

Akibat dari aksi ini kata Sri, sejak Jumat (21/1) lalu warga sekitar Lamongan melakukan aksi sweeping baik KA barang maupun KA penumpang untuk mencari Bonek.

"Aksi tersebut berlanjut hari ini sekitar jam 18.00 WIB

BACA JUGA: Lagi, Kereta Api Diteror Lemparan Batu

Tapi Alhamdulillah, meski kaca pecah-pecah tidak ada korban lukaAparat kepolisian sudah mulai mengkondusifkan wargaKA tujuan Surabaya-Jakarta yang sempat terhenti, sekarang sudah normal," tambah Sri.

Sementara itu, Humas PT KAI Daop I Mateta Rijalulhaq, secara tegas menyatakan bahwa dalam berbagai aksi pelemparan batu ini, baik PT KAI maupun penumpang PT KAI adalah korban aksi anarkis masyarakatKasus serupa katanya memang sering terjadi, sebagai akibat ulah tidak terpuji para oknum suporter.

"Ini 'kan pasti tidak jauh-jauh dari masalah suporter kemarinHarusnya PSSI bertanggungjawab lahBagaimana itu kenapa suporternya bisa begituTidak mungkin kami melakukan pagar betis semua gerbong KAJumlah massa sebegitu banyaknya tidak terkendaliKA korban disini dan penumpang bisa jadi korbanIni sudah aksi pengrusakan," tegas Mateta.

Mateta pun mengatakan, bahwa antisipasi kasus serupa untuk tidak terulang lagi adalah tanggungjawab bersamaBaik antara Pemda, masyarakat dan paling terpenting adalah PSSI selaku penanggungjawab seluruh pelaksanaan kegiatan sepakbolaTermasuk ulah para suporter yang tidak terpuji.

"Kalau kondisi sudah berbahaya dan membahayakan seperti itu, sesuai dengan UU nomor 23 tahun 2007, maka operasional KA harus dibatalkan semua perjalanannyaTapi apa perlu harus dihentikan hanya karena ulah masyarakat yang tidak bertanggungjawab? Kasihan masyarakatlahPersoalan ini harus diatasi bersama termasuk oleh PSSI," tegas Mateta.(afz/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tender Jalan Tol Batam Dibuka 2012


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler