Brigadir Romadhanis Gugur Saat Bertugas Amankan Pemilu 2019

Jumat, 26 April 2019 – 17:53 WIB
Jenazah Brigadir Romadhanis dilepas kepergiannya dalam sebuah upacara pelepasan dilaksanakan di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (24/4) siang. Foto: kepriprov.go.id

jpnn.com, BINTAN - Brigadir Polisi Romadhanis, 33, gugur saat menjalankan tugas mengawal jalannya Pemilu 2019 di PPK Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Anggota Kompi I Yon B Pelopor Satuan Brimob Kepolisian Daerah Kepulauan Riau ini meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di jalan raya Gesek, Kecamatan Toapaya pada Kamis (25/4) sekitar pukul 05.30 WIB.

BACA JUGA: Rian Diupah Rp 15 Juta untuk Menghabisi Nyawa Seorang Jaksa

Jenazah korban dimakamkan di TPU Batu 10 jalan Adi Sucipto, Kota Tanjungpinang pada Kamis (25/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Pemakaman Brigadir Romadhanis dilakukan dengan upacara penghormatan secara militer yang dipimpin Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin. Terlihat juga Wakapolres Bintan Kompol Dandung Putut Wibowo.

Ketika jenazah akan dimasukkan ke liang lahat, petugas upacara melakukan tembakan ke udara.

BACA JUGA: Luhut: Pembangunan Dam di Bintan Buka Peluang Jual Air Baku ke Singapura

Pemakaman disaksikan istri almarhum, Rusni Aprina dan anak tunggalnya. Terlihat istrinya mengenakan busana serba hitam sambil memeluk pigura foto almarhum. Usai pemakaman, istri almarhum mengaku tidak menyangka

suaminya akan pergi secepat ini. Tidak ada tanda-tanda, suaminya akan pergi ke pangkuan Ilahi.

BACA JUGA: KRI Silea 858 Amankan Tongkang Bermuatan 3.600 KL BBM

"Almarhum tak banyak bicara, orangnya penyabar," kata dia.

Cerita dari sejumlah tetangga almarhum, tiga hari terakhir sering menyambangi rumah ayahnya, Zulkifli Zein. Dia

sering menyapu halaman rumah lelaki purnawirawan Polri ini.

Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto yang memimpin upacara pelepasan jenazah Brigadir Kepala Anumerta Romadhanis di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (25/4).

Anggota Brimob tersebut diketahui gugur saat menjalankan tugas pengamanan rekapitulasi di Kecamatan Toapaya Bintan.

Andap mengatakan, atas nama negara dan seluruh jajaran kepolisian serta Bhayangkari kepri, menyatakan turut berduka cita atas gugurnya bhayangkara terbaik Polda Kepri.

"Atas jasa - jasa nya almarhum diberikan kenaikan pangkat luar biasa," katanya.

Selama bertugas 12 tahun 3 bulan, kata Andap, almarhum telah menunjukan dedikasi dan prestasi kerja yang sangat baik sehingga seluruh jajaran Polda Kepri merasa kehilangan. "Mari memohon doa, semoga almarhum khusnul khotimah," ujarnya.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes S Erlangga menjelaskan, almarhum Romadhanis mengalami kecelakaan tunggal saat melakukan tugas pengamanan rekapitulasi di PPK Toapaya. "Beliau mengalami luka serius pada bagian kepala," ungkap Erlangga.

Negara, lanjut Erlangga, telah memberikan santunan sebanyak Rp 275 juta, termasuk hak - hak almarhum yang diberikan kepada ahli warisnya. "Almarhum telah dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Batu 10 Tanjungpinang," katanya.

Kecelakaan yang menimpa Romadhanis, mengejutkan sejumlah rekannya. Brigadir Muhammad Lukfi, Anggota Polsek Bintan Utara menuturkan, tidak menduga almarhum akan pergi untuk selama-lamanya. Dia sangat terkejut menerima kabar duka tersebut. Apalagi dia kenal baik dengan korban.

Panwaslucam Toapaya, Oki mengatakan turut berbelasungkawa atas kepergian korban. Dia mengatakan, proses rekapitulasi surat suara di PPK Toapaya sudah selesai. "Seharusnya pagi ini, kami antar kotak suara ke KPU," katanya.

Sebelum kecelakaan, korban pamit pulang ke rumahnya. Pagi itu, dia akan kembali ke PPK Toapaya. Dalam perjalanan menuju ke PPK Toapaya, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Rx King BP 120 MA melaju dari Tanjungpinang ke arah Toapaya.

Sebelum tikungan waduk Gesek, korban diduga mengantuk dan menabrak pembatas jalan sehingga membentur kepalanya. Kejadian ini diketahui warga. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Raja Ahmad Thabib, Kota Tanjungpinang.

Kanit Laka Polres Bintan Ipda Budi membenarkan korban meninggal dalam kecelakaan tunggal.

Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang juga membenarkan korban bertugas mengawal jalannya Pemilu di PPK Toapaya. Dia menduga korban kelelahan dalam bertugas mengawal Pemilu 2019 di PPK Toapaya.q

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jesica dan Young Jadi Wisman Bintan Pertama di Awal 2019


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler