Bripda Dody Firdaus, Anggota Sabhara Polda Jatim yang Terkenal di Instagram

Bangga Promosikan Korps dengan Cara Berbeda

Minggu, 09 Agustus 2015 – 06:06 WIB
Bripda Dody Firdaus. Foto: dokumen pribadi

jpnn.com - Demam Dubsmash melanda banyak kalangan, baik di dalam maupun luar negeri. Iseng-iseng ber-Dubsmash, aksi Bripda Dody Firdaus, polisi yang tercatat sebagai anggota Sabhara Polda Jatim, disukai banyak orang. Dalam sekejap, follower-nya mencapai 45 ribu.

Laporan Dida Tenola, Surabaya

BACA JUGA: Inspirasi Peyek Yekiko, Empuknya Bikin Ketagihan

WHEN I throw throw throw throw throw it up. Start twerkin’ like Miley. Start twerkin’ like Miley. Start twerkin’ like Miley.”

Itulah sepenggal lirik lagu yang dibawakan Brandon Beal feat Christopher. Lagu itu cukup menarik minat orang-orang di berbagai belahan dunia untuk memainkannya di Dubsmash, termasuk Dody Firdaus. ”Awalnya cuma iseng aja mainan itu,” ceritanya. Aplikasi tersebut digandrungi karena penggunanya cukup cuap-cuap bibir sambil sesekali bergaya keren.

BACA JUGA: Bertemu Ishi Michiko, Survivor Pengeboman Hiroshima

Dengan latar belakang ruang kerjanya, Dody yang di Ditsabhara Polda Jatim bertugas sebagai staf bin opsnal tersebut mulai bergaya di depan kamera gadgetnya. Mengenakan seragam cokelat dan atribut lengkap, dengan santainya dia merekam gayanya. Meski jarinya menembak seolah-olah menyerupai pistol, dia bergaya tanpa menunjukkan tampang galak. Sesekali, kepalanya juga digoyangkan ke kiri dan kanan, mengimbangi irama musik yang cenderung nge-beat.

Setelah merekam videonya, polisi kelahiran 15 Desember, 20 tahun silam, tersebut mengunggahnya ke Instagram. Itu bukan video Dubsmash pertama yang diunggahnya ke Instagram. Sebelumnya, dia juga mengunggah sebuah video. Saat itu dia menirukan gerak bibir Justin Bieber yang menyanyikan petikan lirik lagu Beauty and the Beast.

BACA JUGA: Menyaksikan Serunya Perayaan 125 Tahun Orang Jawa di Suriname (3-Habis)

Meski demikian, video Twerk It Like Miley-lah yang membuat dia mulai tenar. Saat mem-posting video itu, dia men-tag ke akun @Dubsmash.id. Oleh akun tersebut, video Dody di-repost. Mendadak akun Instagram @dodyfirdaus13 dibanjiri follower. Jumlah follower yang menembus angka 45 ribu mentahbiskan Dody sebagai seleb Instagram. ”Saya kaget, bangun-bangun kok sudah banyak notifications. Sampai baterai saya habis,” ucap laki-laki asli Jember tersebut.

Angka 45 ribu follower tentu terbilang tinggi. Bandingkan saja, Angga Sasongko, sutradara film Filosofi Kopi, memiliki 6.680 follower; Sherina, artis terkenal, 250 ribu follower; dan Stan Lee, sang pembuat Marvel, ”hanya” 292 ribu follower.    

Rata-rata follower Dody memang didominasi kaum hawa. Wajah rupawan dan perawakan yang kekar membuat banyak perempuan jatuh hati. Itu bisa dilihat dari beberapa komentar yang masuk ke akun Instagram-nya. Komentar pujian tersebut juga tidak jarang mengundang tawa. Sebut saja dari akun @laksmindradameswari yang berkomentar, ”Mau dong didor sama pak polisi ini.”

Itu yang membuat pacar Dody merasa cemburu. Ya, Dody memang tidak jomblo. Arista Fasya Gasani, kekasih Dody, juga seorang polisi yang berdinas di Polres Jombang. Terkadang pacarnya memang sedikit ngambek kalau ada cewek-cewek yang menggoda di Instagram. Tapi, Dody mengatakan mampu mengatasinya dan tidak berlarut-larut.

Ya, Dody mendadak memiliki banyak penggemar. Alumnus SMAN 4 Jember tersebut memaknai ketenarannya di dunia maya sebagai suatu hal yang positif. Dia merasa bangga bisa mempromosikan korps kesatuannya dengan cara lain.

Menjadi seleb Instagram, tentu ada haters dengan popularitas yang diraih. Begitu pula yang dialami Dody. Tidak sedikit komentar-komentar miring yang tertuju padanya. ”Banyak juga yang ngritik, tapi masih lebih banyak yang positif. Misalnya, ada yang bilang kok polisi mainan Dubsmash sih. Kok nganggur. Ya, biasa lah,” tutur anak pertama pasangan Mochamad Arkan dan Emmy Rofiatoen tersebut.

Ketenaran Dody, agaknya, tidak terbatas di dunia maya. Kini beberapa orang sudah mengenali wajahnya. Namun, mereka masih ragu untuk menyapanya. ”Di minimarket, ada dua cewek ngobrol, eh itu polisi yang di Instagram bukan sih? Kayaknya iya, eh bukan-bukan,” cerita Dody soal pengalamannya saat berbelanja, lalu tertawa kecil.

Kini, banyak tawaran dari stasiun TV kepada sulung di antara dua bersaudara itu. Ketenaran Dody mulai dicium produser-produser acara stasiun TV. Banjir tawaran pentas tentu membuatnya senang. Namun, dia juga sadar, tidak mudah bisa masuk ke layar kaca. Tentu, harus ada izin dari pimpinan tertingginya.

Sudah tiga kali jadwal yang diatur beberapa stasiun TV harus pending lantaran berbenturan dengan tugas pokoknya sebagai polisi. Bagi Dody, tidak ada masalah dirinya bisa tampil di acara tersebut atau tidak. ”Kalau disuruh milih, saya tetap milih tugas sebagai polisi,” tegas Dody.

Terlebih, menjadi polisi adalah cita-citanya sejak kecil. Didikan disiplin ayahnya yang seorang tentara membuatnya memiliki karakter untuk mengabdi pada negara. Dia tidak mau gegabah mengambil keputusan. Dody berkaca pada kejadian yang menimpa Briptu Norman. Anggota kepolisian itu juga sempat mendadak terkenal gara-gara videonya di-upload ke YouTube.

Bagi Dody, menjadi polisi adalah nomor satu. Dia tidak akan pernah keluar dari korps Bhayangkara hanya untuk menjadi seorang public figure. Tiada artinya popularitas tanpa jati diri. ”Ketenaran itu cuma sesaat, tapi mengabdi itu yang abadi,” jelas cowok berbintang Sagitarius tersebut.

Sebenarnya, sebelum terkenal di Instagram, Dody memiliki bakat di luar bidang kerjanya. Sejak duduk di bangku SMP, Dody menggeluti dunia musik. Dia mulai belajar bermain gitar dan membentuk grup band. Masa remaja Dody dihabiskan dengan berpindah dari satu panggung ke panggung lain. Meski sudah menjadi polisi dan berdinas di Surabaya, dia masih memiliki band indie bernama Cover Story di Jember.

Hobinya pada musik berlanjut ketika dia menjadi polisi. Dody mengikuti audisi untuk band kepolisian. Dia merupakan basis band Bhayangkara milik Polda Jatim. Kelompok itu kerap tampil untuk mengisi acara atau kegiatan yang dihelat Polda Jatim.

Dulu Polda Jatim memiliki empat grup band. Tapi, saat ini tinggal satu dan Dody menjadi salah seorang personel. Jika ada jadwal manggung, Dody akan meluangkan waktu di luar jam dinasnya untuk berlatih. ”Biasanya H-7 sebelum manggung, ada latihan bersama setiap hari,” paparnya. (*/c7/nda)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menyaksikan Serunya Perayaan 125 Tahun Orang Jawa di Suriname (2)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler