BTN Kuasai 27 Persen Pasar KPR di Indonesia

Selasa, 02 November 2010 – 16:32 WIB
JAKARTA - Hingga September 2010, Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengaku sudah menguasai setidaknya 27 persen pasar Kredit Perumahan Rakyat (KPR) di IndonesiaKe depannya, pihak BTN menyebutkan akan terus berupaya untuk tetap menjadi pemimpin pasar pembiayaan perumahan di Indonesia.

"Per September 2010 ini, Bank BTN sudah menguasai kurang lebih 27 persen pasar KPR di Indonesia, dan menjadi salah satu bank terbesar ke-7 berdasarkan total kredit yang disalurkan," kata Direktur Utama BTN, Iqbal Latanso, dalam acara public expose tahunan yang digelar di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Selasa (2/11).

Dilanjutkan Iqbal, dalam kredit perumahan yang menjadi core business Bank BTN ini, komposisi KPR subsidi mencapai 59 persen, sementara KPR non-subsidi memiliki porsi 41 persen

BACA JUGA: Tren Positif IHSG Terus Berlanjut

Menurut Iqbal, pangsa pasar Bank BTN pada KPR subsidi masih menguasai, yakni sekitar 97 persen dari total pemberian KPR subsidi secara nasional, per 30 September 2009.

"Dalam setiap periode, kinerja terus mengalami peningkatan
Berdasarkan kinerja perseroan per 30 September 2010 yang telah dipublikasikan, aset, dana pihak ketiga, kredit yang diberikan dan laba, secara umum meningkat dibanding pada periode September 2009

BACA JUGA: Wisman Melonjak, Tingkat Hunian Hotel Terdongkrak

Selain itu, rasio keuangan perseroan seperti CAR, NIM dan CIR, juga cenderung menjadi lebih baik dibandingkan angka pada periode yang sama tahun lalu," imbuhnya.

Disebutkan Iqbal pula, hingga saat ini Bank BTN telah membukukan aset sebesar Rp 63,498 triliun
Ini berarti tumbuh sebesar 23,31 persen, jika dibandingkan jumlah aset pada periode yang sama tahun 2009 lalu yakni sebesar Rp 51,495 triliun

BACA JUGA: Indeks Tunggu Pengumuman The Fed

Sementara dari sisi kredit, juga mengalami pertumbuhan dari Rp 38,123 triliun pada 30 September 2009 lalu, menjadi Rp 49,179 triliun pada 30 September 2010 (mencapai 29 persen).

Akan halnya untuk dana pihak ketiga, terang Iqbal pula, tumbuh dari Rp 33,717 triliun pada triwulan III tahun 2009, menjadi Rp 43,029 triliun - atau naik 27,62 persen - pada periode yang sama di tahun 2010Kemudian, laba bersih perseroan juga mengalami pertumbuhan 84,26 persen, dari Rp 324 miliar pada triwulan III tahun 2009, menjadi Rp 597 miliar pada periode yang sama tahun 2010.

"Rasio keuangan perseroan juga menunjukkan kinerja yang cukup sehatBeberapa rasio perseroan, antara lain CAR, tumbuh dari 15,15 persen pada triwulan III tahun 2009, menjadi 16,99 persen pada periode yang sama tahun 2010 iniSecara umum, kinerja Bank BTN mengalami peningkatan dalam setiap periode, dan juga telah memenuhi kebutuhan ketentuan yang mengatur keterbukaan informasi," terang Iqbal(yud/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... GRASSS Digenjot, Daftar Tunggu Merosot


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler