Bursa Tumbuh, Hot Money Utuh

Sabtu, 04 Desember 2010 – 16:23 WIB
JAKARTA - Besarnya aliran dana asing (hot money) yang masuk ke pasar modal bisa bertahan lama dengan syarat pilihan atau sasaran emiten untuk berinvestasi lebih banyakUpaya untuk meningkatkan jumlah investor juga harus dilakukan.

Direktur PT Schroder Investment Management Indonesia, Michael Tjandra Tjoajadi, mengatakan hot money tidak akan mengkhawatirkan sejauh pasar modal di dalam negeri bergairah

BACA JUGA: Lotte Siap Akuisisi Hypermart

"Masalah kita adalah likuiditas di pasar modal sangat sedikit," ujarnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Di Singapura, kata Michael, perputaran uang di bursa sudah mencapai USD 3 miliar per hari
Di Malaysia mencapai USD 2 miliar per hari

BACA JUGA: Pertamina Gandeng ExxonMobil Garap Gas Natuna

Sedangkan di Indonesia, menurutnya, USD 1 miliar per hari saja terkadang tidak sampai.

Hal tersebut diakibatkan oleh minimnya emiten di BEI yang saat ini baru lebih dari 400 emiten
Ditambah lagi dengan dominasi 30 emiten di antaranya yang pangsa pasarnya mencapai 70 persen

BACA JUGA: Dikucuri Rp 3,3 Triliun, Astra Melesat

"Bandingkan dengan di India sudah ada 6 ribu emiten," terus pria yang pernah dicalonkan menjadi Dirut BEI itu.

Michael berharap BEI melakukan edukasi lebih giat lagi kepada masyarakat baik untuk meningkatkan jumlah emiten ataupun jumlah investorMasyarakat Indonesia masih berpikir bahwa perusahaan yang go public harus perusahaan besar"Padahal coba baca di Strait Times baru baru ini, di Singapura ada perusahaan yang memiliki 7 outlet pakaian renang mau go publicDia mau memperbesar perusahaan untuk ekspansi ke Indonesia atau Vietnam," tuturnya.

Seandainya emiten semakin banyak dan tumbuh, kata Michael, hot money tidak akan sekadar mampir tapi diparkir dalam jangka waktu yang lama"Sekarang investornya juga di kita ini masih giring sana giring siniBeli bareng sana, jual bareng siniMasih terpengaruh tulisan wartawan," ucapnya.

Peningkatan perusahaan yang melakukan initial public offering (IPO) sangat diharapkan untuk menyambut kedatangan investor yang diyakini lebih besar lagi pada tahun depan"Indonesia ini satu negara di Asia yang perekonomiannya tumbuh cukup tinggi dan laba perusahaan di publik sangat tinggiBagaimana tidak dilirik asing coba?" terangnya(gen)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anak Perusahaan Pertamina Pegang PJBG USD 13 juta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler