Cegah Kebocoran Anggaran, Batam Adopsi Sistem Aplikasi Surabaya

Selasa, 16 Agustus 2016 – 09:45 WIB
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: batampos/jpg

jpnn.com - BATAM - Pemerintah Kota Batam tengah menyiapkan sistem aplikasi elektronik dalam pengelolaan anggaran guna mencegah kebocoran. Sistem  tersebut langsung mengadopsi aplikasi yang diterapkan Wali Kota Tri Rismaharini di Pemkot Surabaya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menegaskan hal itu sekembalinya rombongan kunjungan kerja SKPD dari Pemkot Surabaya. Selain menimba ilmu, rombongan SKPD Batam juga memboyong 12 sistem aplikasi  sekaligus.

BACA JUGA: Ini Cara Pemprov Jabar Bendung Serbuan Tenaga Kerja Asing

"Saya sampaikan ke teman-teman SKPD, pulang dari situ (Surabaya), kami harus sudah lihat progresnya," kata Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group), hari ini (16/8).

Setiap aplikasi memuat sistem e-planning, e-budgeting, dan e-procurement. Hal ini memungkinkan terjadinya transparansi dalam kinerja SKPD. Jalannya pelayanan publik dapat terpantau setiap saat. 

BACA JUGA: Kasihan, Ratusan Honorer Ini Belum Terima Gaji

"Ibu Risma dalam satu hari bisa klik berapa proyek yang ditender, nilainya, kapan bisa ditender," ujarnya. 

Pemberian sistem aplikasi ini ditandai dengan penanda-tanganan surat kesepakatan bersama (memoir of understanding - MoU). Ada sepuluh SKPD yang ikut menandatangani. 

BACA JUGA: Gaji TKK di Bawah Rp 1,5 Juta, Pemkab KBB Diprotes Dewan

Yakni, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Pariwisata, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pendapatan Daerah, serta Dinas Perhubungan. Selain itu juga Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah, Badan Komunikasi dan Informasi, Badan Penanaman Modal, dan Badan Kepegawaian Daerah.

Amsakar membawa tiga orang untuk setiap SKPD. Ketiganya, yaitu, Kepala Dinas, Kepala Program, dan Operator. Ketika berada di Surabaya, ketiganya mendapat pengarahan langsung dari operator di tiap-tiap SKPD. 

"Kami harapkan aplikasi itu bisa langsung aplikatif. Tinggal pasang sebagian sistemnya bisa langsung running," tuturnya.

Amsakar menargetkan, aplikasi itu mulai dapat berjalan bulan Oktober nanti. Penyesuaian dilakukan selama dua bulan, November dan Desember. Jika terjadi kerusakan dalam sistem, tim Surabaya berkenan datang ke Batam untuk memperbaiki kerusakan.

"Nah, bulan Januari sudah jalan sesuai protapnya," imbuh Amsakar. (ceu/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rahmi Mulai Bernafas Normal, Rahma Butuh 2 Kali Operasi Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler