Cerita Hilman Mattauch soal Setnov Hilang dan Tiang Listrik

Selasa, 10 April 2018 – 14:27 WIB
SOPIR DADAKAN: Eks kontributor Metro TV Hilman Mattauch saat menjadi saksi bagi persidangan dr Bimanesh Sutardjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/4) dalam perkara perintangi penyidikan KPK. Foto: Ridwan/JawaPos.com

jpnn.com, JAKARTA - Mantan kontributor Metro TV Hilman Mattauch membeber kronologis tentang hilangnya Setya Novanto saat diburu penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada pertengahan November 2017. Hilman merupakan sopir Toyota Fortuner yang membawa Setya Novanto saat kecelakaan lantaran menabrak tiang listrik di kawasan Permata Hijau, Jakarta Selatan.

Duduk di kursi saksi pada persidangan terhadap dr Bimanesh Sutarjo di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (9/4), Hilman mengatakan, dirinya sebagai kontributor Metro TV mendapat penugasan untuk mewancarai Novanto. Pada 15 November 2017, Novanto menghilang dari rumahnya.

BACA JUGA: Dokter Jantung Sebut Novanto Baik-baik Saja Saat Diburu KPK

"Tanggal 15 November saya mencari Pak Setya Novanto. Penugasan dari kantor untuk mewawancarai Pak Setnov,” kata Hilman di kursi saksi.

Tapi hingga berganti hari, Hilman tak menemukan Novanto. Dia memutuskan pulang pada 16 November 2017 pukul 02.00.

BACA JUGA: JPU Hadirkan Hilman Mattauch untuk Saksi Sidang dr Bimanesh

"Waktu itu situasi ramai di rumah Pak Setnov, saya dapat telepon pas di rumah Pak Setnov. Pak Setnov nggak ada. Saya cari di Pondok Indah, Dharmawangsa, kediaman beliau, putar-putar. Cari Setya Novanto sendiri, saya pulang jam dua pagi, besoknya cari lagi," tutur Hilman.

Selanjutnya, Hilman meneruskan upayanya mencari Novanto hinga ke rumah pribadi, rumah dinas ketua DPR dan kantor DPP Golkar di Slipi, Jakarta Barat. Sekitar pukul 11.00 WIB pada hari yang sama, dia menghubungi Reza Pahlevi yang tak lain ajudan Novanto.

BACA JUGA: Soal Pernyataan Mengejutkan Aris Budiman, Begini Respons KPK

Namun, usahanya itu tak membuahkan hasil. Barulah sekitar pukul 17.00 WIB, Reza yang juga anggota Polri menghubungi Hilman dan memberitahukan keberadaan Novanto.

"Saya minta kasih (telepon Reza, red) ke Pak Setnov, karena saya mau bicara sama beliau untuk mengklarifikasi,” tutur Hilman.

Kala itu Novanto meminta Hilman segera ke DPR. “Baru saya ke DPR," ujar Hilman.

Setelah sampai di DPR, Hilman mengaku langsung mendatangi ruang kerja Novanto di lantai tiga Gedung Nusantara III. Ruangan kerja Novanto di DPR masih kosong saat Hilman sampai.

"Pas saya masuk enggak ada siapa-siapa. Saya duduk di sofa, Pak Setnov datang. Saya ngomong yang terjadi kemarin respons publik, saya minta klarifikasi," sebut Hilman.

Namun Novanto enggan menjawab pertanyaan mantan ketua Koordinatoriat Wartawan DPR RI itu. Tapi Hilman terus membujuk Novanto.

“Pak kalau bisa diklarifikasi. Saya disuruh kantor ini wawancara bapak,” kata Hilman menirukan dialognya dengan Novanto.

“Dia jawab, ‘iya sih, tapi ini harus full’,” kata Hilman menirukan jawaban Novanto.

Hilman mengatakan pada saat itu, Novanto sudah berencana untuk pergi ke gedung KPK pada pukul 20.00 WIB. Namun, sebelum ke KPK, Novanto terlebih dahulu mau bertemu dengan para ketua Dewan Pimpinan Daerah Provinsi Golkar.

Setelah itu Novanto berencana ke studio Metro TV. “Saya bilang, OK," ujar Hilman.

Sebelum berangkat ke studio Metro TV, Novanto mengeluh kepada Hilman karena ada banyak wartawan di lantai 1 Gedung Nusantara III DPR. Karena itu, Hilman berinisiatif menawarkan mobil miliknya untuk membawa Novanto.

“Dia mau hindari wartawan, ya udah kami pakai mobil saya,” terang Hilman.

Akhirnya Hilman bersama Novanto dan Reza berada dalam satu mobil. Hilman yang menyetir, sedangkan Novanto di kursi belakang.

“Kami bertiga, saya di depan, Pak Setnov di kursi belakang bagian tengah, dan Reza di samping kiri saya bagian depan," kata Hilman.

Namun, karena dalam perjalanan sering ditelepon kantor untuk segera mewawancarai Novanto, Hilman pun tak konsentrasi dalam mengemudi. Hingga akhirnya Hilman menabrak tiang lampu penerangan jalan yang mengakibatkan Novanto masuk ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

"Dia (Novanto, red) nggak pakai seat belt, saya dan Reza pakai. Suasana jalan lowong, di jalan kiri banyak pasir, hujan. Mobil saya pakai lampu putih, nggak begitu terang. Sampingnya ada kali, dia (Setnov) colek saya terus. Dia tepuk bahu saya, tanya, ‘Man, lama nggak nanti di Metro’,” ucap Hilman.

Akhirnya, mobil menabrak pembatas jalan hingga naik ke trotoar. “Kemudian menabrak lampu penerangan jalan, dan mesin langsung mati," tambahnya.

Usai tabrakan itu, Hilman tidak terlalu tahu dengan kondisi Novanto. Hilman mengungkapkan, Novanto sempat berteriak saat tabrakan kemudian menunduk.

"Pas menabrak, dia teriak, Ya Allah, Ya Tuhanku. Saya lihat Pak Novanto, Reza marah, saya syok, Reza keluar, saya ikut keluar. Novanto dibawa Reza ke lampu merah jalan panjang dan posisinya masih tertidur nunduk," tutup Hilman.(rdw/JPC)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menimbang Gaya SBY-Ibas dan Mega-Puan Bereaksi soal e-KTP


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler