Chaerul Rasyid Dikejar soal Kasus Judi

Kamis, 26 Agustus 2010 – 12:32 WIB
JAKARTA - Chaerul Rasyid yang menjadi salah seorang kandidat Ketua KPK, dicecar oleh Tim Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan KPK soal kasus judi, saat tes wawancara, Kamis (26/8), di kantor KemenkumhamPasalnya, dari informasi yang diperoleh Pansel, Chaerul pernah dekat dengan seorang bandar judi bernama Aseng.

Todung Mulya Lubis, salah seorang anggota Pansel, memberondong Chaerul karena melihat adanya kontradiksi antara pernyataan Chaerul sebelumnya yang anti-judi, dengan laporan masyarakat tersebut

BACA JUGA: Ditanyai Pansel, Bambang Sesegukan

Menanggapi hal itu, Chaerul mengatakan bahwa dia memang mengenal Aseng.

"Dia waktu itu bandar judi terbesar di Jateng, dan sekarang jadi bandar di Filipina," ungkapnya
Menurut Chaerul, seminggu setelah bertugas di Polda Jateng, dia langsung memanggil Aseng untuk datang.

Menurut Chaerul, (waktu itu) dia mengancam Aseng dengan memberikan dua opsi, yaitu ditangkap atau menghentikan aktivitas perjudian

BACA JUGA: Tak Muncul, Menkumham Disindir di DPR

Bahkan Chaerul juga mengaku sempat mengancam akan menembak Aseng.

Persoalannya, kata Chaerul, ketika itu masalah judi di Jateng sudah sangat kompleks
Dia memperkirakan sekitar 7 juta warga terlibat judi, dan yang ikut "bermain" tidak hanya oknum kepolisian

BACA JUGA: 30 Tahun jadi Pengacara, Bambang Pede Pimpin KPK

"Sudah kemana-manaDi depan Polres ada togelDi depan Polsek, kejaksaan dan sampai di depan rumah bupati, juga ada," katanya.

Aktivitas perjudian di Jateng, menurut Chaerul pula kemudian, sempat berhenti saat dia bertugas di sanaIa pun mengaku pernah mencopot puluhan Kapolsek yang tidak mampu menghentikan judi.

Namun, Chaerul mengaku Aseng tidak pernah diproses hukum (ditangkap)Menurutnya, itu karena pihaknya kesulitan mencari jalur aliran uang judi ke Aseng (sulit bukti), serta karena Aseng sudah membuat perjanjian untuk pergi meninggalkan Jateng.

Selain itu katanya, hal itu juga demi menjaga stabilitas, karena bukan hanya polisi yang terlibat"Menurut saya, yang penting bagaimana judi itu berhenti duluAspek hukumnya pelan-pelan," ujarnya memberi alasan(rnl/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Buyung Hadiri Sidang Perdana Anand Krishna


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler