Daerah Lambat Rinci Kebutuhan CPNS

Akhir September Sudah Harus Ditetapkan

Selasa, 14 September 2010 – 18:47 WIB

JAKARTA- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN&RB) hingga saat ini masih menggodok rincian formasi kebutuhan serta latar belakang pendidikan CPNS 2010Tahapan yang baru masuk ke proses rincian kebutuhan ini tergolong lambat, lantaran kuota CPNS sudah ditetapkan dan diteken Menneg PAN&RB EE Mangindaan pada Agustus lalu

BACA JUGA: Siap Disidang, Baasyir Tetap Bantah Terlibat Teroris

Penyebab keterlambatan ini lantaran belum semua daerah memasukkan rincian kebutuhan CPNS-nya.

"Bagaimana bisa digarap, kalau daerah belum memasukkan rincian jabatan untuk kebutuhan PNS daerah
Misalnya, tenaga guru dan dokternya berapa, pendidikannya apa, dan lain-lain," ujar Deputi SDM bidang Aparatur Negara Kementerian PAN&RB Ramli Naibaho kepada JPNN, Selasa (14/9).

Penetapan kuota CPNS, jelas Ramli, bukan akhir dari proses perekrutman tenaga aparatur pemerintahan ini

BACA JUGA: KPK Tanggapi Kritikan Ical

Begitu kuota ditetapkan dan diserahkan ke daerah, pemda harus secepatnya mengembalikannya lengkap dengan rincian
Dia mencontohkan daerah A diberikan kuota 500 CPNS

BACA JUGA: Sidak Kelistrikan, Dahlan Iskan Diberi Gelar Kehormatan

Dari kuota itu kemudian dirinci apa saja formasi yang dibutuhkan pemdaMisalnya tenaga guru 100 orang, dokter 10, akuntan 4, penyuluh 4, dan seterusnya

Setelah rincian jabatan dan pendidikan ditentukan daerah, kemudian diusulkan ke pusat untuk digodok lagi"Nah, sekarang ini baru tahap penggodokanMemang ada yang sudah ditetapkan rincian jabatannyaNamun masih banyak juga daerah yang belum dibahas karena belum memasukkan rinciannya," bebernya.

Ramli mengimbau daerah-daerah untuk secepatnya memasukkan rincian kebutuhan formasi CPNS ituPasalnya, akhir September analisa kebutuhan dan pendidikan untuk kebutuhan CPNS tahun ini sudah harus diselesaikan(esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KY dan KPK Dukung Koruptor Divonis Berat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler