Danamon Tak Ingin Buru-Buru Lirik Pertambangan

Jumat, 17 November 2017 – 01:02 WIB
Ilustrasi tambang batu bara. Foto: Jawa Pos.Com/JPNN

jpnn.com, SAMARINDA - Tren positif pertambangan batu bara tak lantas membuat PT Bank Danamon Indonesia (Tbk) Region 05 Kalimantan mengucurkan kredit ke sektor tersebut.

Bank swasta ini masih fokus pada sektor perdagangan yang diyakini masih menjanjikan.

BACA JUGA: Perusahaan Jepang Bakal Beli 40 Persen Saham Bank Danamon

Regional Corporate Officer Danamon Region 05 Kalimantan Eka Dinata mengatakan, sektor perdagangan mampu bertahan meski diterpa badai ekonomi.

Kendati komoditas unggulan sedang turun dan memengaruhi banyak sektor ekonomi, kebutuhan terhadap barang sehari-hari tetap ada.

BACA JUGA: Harga Batu Bara Pulih, Pendapatan Adaro Naik 38 Persen

“Selama ada penduduk, kebutuhan pasti ada. Jadi, sektor perdagangan ini tetap potensial dan fokus kami. Di Kalimantan meski tumbuh tak signifikan namun pergerakannya tetap positif,” jelasnya saat jumpa media di salah satu coffee shop di Mal Pentacity, Rabu (15/11).

Agar lebih dapat diterima pasar, pihaknya pun mengemas produknya supaya debitur menerima manfaat dengan nilai lebih.

BACA JUGA: Holding BUMN Pertambangan Rampung November

Contohnya pada skema kredit supply chain. Pada produk ini, jika debitur bisa menghubungkan bank dengan pabrik atau pemasok maka jaminan yang disediakan bisa dipangkas 20-30 persen.

“Jadi, teknik penjualan lebih kami utamakan," tambah Eka.

Dia menjelaskan, saat ini kredit segmen kecil dan menengah mendominasi komposisi penyaluran kredit usaha di Kalimantan.

Adapun kota besar penopang penyaluran kredit di pulau ini adalah Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, dan Pontianak.

“Meski banyak informasi yang menyebutkan batu bara sedang bergeliat, bahkan rencananya Indonesia akan meningkatkan ekspor emas hitam ini ke Tiongkok, kami belum mau begitu kencang membuka keran kredit,” ujarnya.

Menurutnya, dari kondisi lalu pertambangan batu bara masih belum begitu baik. Banyak pengusaha yang masih kewalahan.

Dari sisi lain, penyumbang non-performing loan terbesar dari pertambangan batu bara.

“Dari situ kami belum berani menyikapi dan berani mengucurkan kredit secara agresif ke sektor tersebut,” tutur pria penghobi bulu tangkis ini.  (aji/tom/k15)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pertambangan Minerba Masih Terhambat Perizinan


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler