Demi SBY, Agung Tinggalkan Miranda

Kamis, 09 Oktober 2008 – 20:18 WIB
JAKARTA – Niat hati melaporkan situasi perekonomian di tanah air yang terimbas krisis global ke DPR, Deputi Senior Gubernur BI Miranda S Goeltom justru ditinggal Ketua DPR RI Agung Laksono ke istana.

Namun kepergian Agung ke Istana bukannya tanpa alasanWakil Ketua Umum Partai Golkar itu akan bertemu Presiden untuk membahas perlunya pemerintah segera mengambil langkah nyata untuk menanggulangi krisis.

Pada Kamis (9/10) siang, Miranda S Goeltom bersama sejumlah petinggi BI datang menemui Agung

BACA JUGA: PDIP dan PDS Melunak Soal RUU Pornografi

Dalam kesempatan itu Agung didampingi Wakil Ketua Panitia Anggaran dari Fraksi PPP, Suharso Monoarfa.

Pertemuan Agung dengan Miranda tak berlangsung lama karena Ketua DPR Agung Laksono langsung meninggalkan ruangan menuju Istana untuk menemui Presiden
Akibatnya, Miranda Goeltom bersama para pejabat tinggi BI yang masih berada di ruang rapat Ketua DPR pun ditinggalkan begitu saja.

Agung yang dicegat wartawan nampak tergesa-gesa dan hanya menjawab singkat setiap pertanyaan wartawan

BACA JUGA: Cekal 12 Bos Batubara Dicabut

"Para petinggi BI itu hanya melaporkan kondisi ekonomi dan perlu segera diambil langkah nyata
Selain itu juga lapor tentang kondisi keuangan Bank Indover di Belanda yang kesulitan likuiditas," beber Agung.

Sementara Miranda Goeltom saat ditanya wartawan tentang pertemuannya dengan Agung Laksono membenarkan dirinya memang melaporkan keadaan perekonomian terkini sekaligus menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan.

Menurut pengganti Anwar Nasution di kursi Deputi Senior Gubernur BI itu, saat ini diperlukan kelonggaran-kelonggaran untuk menghadapi krisis glonal

BACA JUGA: Kasus Talisayan Diteruskan

"Kita perlu melakukan langkah-langkah di tengah-tengah ketidakpastian global dan likuiditas global," jelasnya.

Pertemuan dengan pimpinan DPR tersebut, lanjut Miranda, memang sudah seharusnya BI menginformasikan perkembangan terakhir ke DPR"Karena krisis global yang sudah demikian dalamnya sampai di Indonesia sehingga pemerintah dan DPR harus bekerja 24 jam agar krisis dapat kita dihindari dan dampaknya bisa diantisipasi semaksimal mungkin," katanya.(ara/JPNN)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mardiyanto Kembalikan Uang Hadiah Ke KPK


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler