Densus 88 Keler Rekan Teroris

Verifikasi Identitas Yang Tertangkap Polda Sumut

Senin, 04 Oktober 2010 – 06:46 WIB
Sejumlah personil Brimob menurunkan jenazah kawanan perampok bersenjata ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Medan, Minggu (03/10). Kawanan perampok bersenjata ini tewas pada penyergapan yang dilakukan personil kepolisian di perkebunan Dusun III dan IV Sarang Puah kawasan Desa Dolok Sagala, Dolok Masihul, Serdang Bedagai, Sumatera Utara. (foto; Andri Ginting/Sumut Pos)

JAKARTA - Operasi Polda Sumatera Utara yang sukses melumpuhkan jaringan perampok sekaligus teroris CIMB Niaga direspon Detasemen Khusus 88 Mabes PolriKemarin ( 03/10) sepuluh penyidik Korps Burung Hantu itu membawa salah satu tersangka, Khairul Ghazali, dari Jakarta ke lokasi pengepungan di Serdang Bedagai, Sumatera Utara

BACA JUGA: Seluruh Jenazah Sudah Teridentifikasi



Khairul tertangkap lebih awal yakni 19 September 2010 yang lalu
Dia diyakini mengenal secara pasti identitas para teroris yang baru saja dilumpuhkan oleh Polda Sumatera Utara

BACA JUGA: Masinis Dijerat dengan Ancaman Berlapis



Khairul dibawa menggunakan pesawat garuda GA 182 dan tiba di Medan sekitar pukul 11
Dia sempat transit di Mapolda Sumut sebelum dibawa ke RS Bhayangkara Sumut

BACA JUGA: KNKT Fokuskan Pemeriksaan Masinis

"Sekarang memang ada tim yang sedang identifikasi," kata Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto kemarin

Marwoto menjelaskan, operasi di Serdang Bedagai adalah operasi bersama Polri"Jangan ada pembedaan mana Densus mana Polda, semuanya kan petugas, aparat negara," katanya.    

Secara terpisah, sumber Jawa Pos menyebut salah satu jenazah yang bernama Zulkarnaen mirip dengan DPO polisi tahun 2004 yang juga bernama Zulkarnaen"Perawakannya kecil, dia juga pintar mengoperasikan senjata," kata perwira yang tadi malam di medan, Sumatera Utara itu..

Jika benar Zulkarnaen yang dimaksud sama dengan DPO polisi 2004, maka itu berarti prestasi besar bagi polisiSebab Zulkarnaen ini adalah panglima Jamaah Islamiyah yang dauber-uber bertahun-tahun

Level keahlian pria bernama asli Arif Sunarso itu juga jauh diatas Abu Tholut alias MusthofaDia adalah angkatan pertama jihad Afghanistan tahun 1985Bahkan, Zulkarnaen juga yang memerintahkan Abu Tholut melakukan mobilisasi personel "mujahidin" ke Poso.

Sejak tahun 2003 Zulkarnaen lenyapDia meninggalkan keluarganya di Sragen dan Solo, Jawa Tengah.?Tapi, belum bisa dipastikan 100 persenNama bisa sama, harus ada cek secara forensik," kata perwira tiga melati di pundak itu.

Dokter forensik Polri akan memeriksa susunan gigi, rekam jejak sidik jari dan juga mengambil sample darah untuk kepentingan cek dna"Nanti akan dibandingkan dulu istilahnya perbandingan data ante mortem dan data post mortem," katanya.(rdl)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Human Error, Kerusakan Sinyal, atau Sabotase?


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler