Dephan Juga Seriusi Perbatasan

Kamis, 04 Februari 2010 – 21:23 WIB
JAKARTA-Terkait pengamanan perbatasan Indonesia, Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengusung wacana agar Direktorat Analisa Lingkungan Strategi (Ditanglistra) menjadi Direktorat Intelijen Pertahanan.Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan, Mayjen TNI Syarifuddin Tippe, Kamis, di Jakarta, menyatakan, dengan memperkuat sistem intelijen nasional maka informasi terkait masalah-masalah yang bergejolak di lapangan dapat terserap.

Diubahnya Ditangalistra menjadi Direktorat Intelijen Pertahanan, dirasakan lebih dapat menyelesaikan masalah-masalah dari akar rumputSebelumnya, Ditangalistra hanya menganalisis lingkungan strategi.“Masalah perbatasan bukan perkara mudah, sangat kompleks

BACA JUGA: RAPP Ngotot Tak Langgar Aturan

Tidak saja masalah politik, tetapi juga ekonomi
Tidak hanya menyangkut satu negara, tetapi beberapa negara

BACA JUGA: Kenaikan Gaji TNI di Perbatasan Masih Tertunda

Jadi, perlu penanganan yang komprehensif melibatkan banyak pemangku kepentingan," paparnya.

Langkah yang diambil dalam jangka pendek, perlu melakukan koordinasi dengan organisasi-organisasi intelijen yang ada, serta mendidik, dan menyiapkan personel Ditanglistra di bidang intelijen di Lembaga Pendidikan Intelijen yang ada
Dijelaskannya, dalam bidang Kebijakan Strategi termasuk pengelolaan perbatasan perlu komitmen dan kesadaran yang tinggi dari semua pemangku kepentingan terkait dalam mengimplementasikan Minimum Essential Force (MEF) yang sudah menjadi keputusan politik pemerintah sebagai blue print pertahanan negara.

Wilayah perbatasan, sebagai garda terdepan Republik Indonesia mencerminkan kondisi umum kedaulatan bangsa dan negara Indonesia yang memiliki 10 batas laut dengan negara tetangga dan tiga perbatasan darat dengan negara tetangga.(lev/jpnn)

BACA JUGA: Sudi Tegaskan SBY Tak Mengeluh Soal Kerbau

BACA ARTIKEL LAINNYA... Genjot Investasi, Diplomat Harus Jago Lobi


Redaktur : Auri Jaya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler