Detik-detik Kombes Restu Menjemput Maut: Ngetrail, Masuk Jurang 15 Meter...

Selasa, 22 September 2015 – 08:53 WIB
Kombes Restu Mulya Budiyanto. Foto: IST

jpnn.com - BANDUNG - Suasana haru mewarnai pemakaman jenazah Kombes Restu Mulya Budiyanto di kawasan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Senin (22/9. Isak tangiw keluarga pecah saat jenazah mantan Dirlantas Polda Metro Jaya itu dimakamkan secara militer. Kapolda Jabar Irjen Moechgiyarto bertindak sebagai inspektur pemakaman.

Kepala Pusat Pendidikan (Pusdik) Brimob Komandan Watu Kosek Polda Jatim itu tewas akibat kecelakaan di Pasuran, Jawa Timur, Minggu (20/9) pagi. Motor trail yang dikendarainya terjatuh ke jurang sedalam 15 meter.

BACA JUGA: Dakwaan Jaksa Soal Tudingan Berbuat Zina Dianggap Cacat Hukum

Saat itu, Kombes Restu bersama komunitas penghobi motor trail, melintasi rute baru yang jarang dilintasi di kaki Gunung Penanggung, Jawa Timur. Saat berada di tanjakan dalam rute tersebut, yang juga di ketahui akan dijadikan lintasan latihan calon tamtama, dirinya terjerembab jatuh ke lubang sedalam 15 meter.

Atas kejadian tersebut, pria yang pernah menjabat Kepala Biro Sarana dan Prasarana (Karo Sarpas) Polda Kaltim 2014 itu mengalami banyak luka seperti di bagian kepala, dan juga di bagian paha. Restu sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun tuhan berkata lain, ia tewas tak tertolong dalam perjalanan ke rumah sakit.

BACA JUGA: Kemarau Panjang, Produksi Padi Menurun Drastis

"Saya sangat berbela sungkawa, dan berharap semua amalnya diterima serta kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah," kata Gubernur PTIK, Irjen Ryco Ameiza Dhaniel yang bertindak sebagai inspektur upacara pelepasan jenazah sebelum jenazah dimakamkan di Tempat Pemakaman Muslim Rancatiis, Batujajar.

Upacara yang dilaksanan secara militer, selain petinggi polri, juga dihadiri juga anggota TNI AD, TNI AL dan TNI AU, serta ratusan tokoh masyarakat umum.

BACA JUGA: Pastikan Pelabuhan Merak tak Ditutup Saat Gelaran HUT TNI

Saat jenazah korban dimasukkan ke liang lahat, keluarga korban, tak henti-hentinya Dinda, anak tertua korban menangis sambil memanggil sang ayah.(radarbandung/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kisah Donjuan yang Sukses Berpoligami dengan Dua Wanita Cantik Ibu dan Anak


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler